JEMBER, Tugujatim.id – Bulog Jember menggelar program penyerapan gabah dan beras petani memasuki musim panen 2025 sebagai upaya mendukung kestabilan pasokan pangan serta meningkatkan kesejahteraan petani. Hingga kini, penyerapan beras petani mencapai 5.000 ton sementara gabah yang diambil berjumlah 260 ton.
Kepala Kantor Bulog Jember, Muhammad Ade Saputra, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan implementasi langsung dari arahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
“Langkah ini kami lakukan melalui kerjasama intensif dengan berbagai asosiasi petani, dukungan dari Kodim 0824, serta koordinasi lintas sektor guna memetakan wilayah panen di Kabupaten Jember,” ujar Ade pada Senin (3/3/2025) siang.
BACA JUGA: 5.584 Metrik Ton Elpiji 3 Kg Disiapkan di Jember Guna Antisipasi Permintaan Tinggi Selama Ramadan dan Lebaran
Lebih lanjut, Ade menekankan bahwa Bulog Jember telah menetapkan harga pembelian gabah di tingkat petani sebesar Rp6.500 per kilogram. Harga ini jauh lebih menguntungkan dibandingkan tarif sebelumnya yang hanya mencapai kisaran Rp5.000 hingga Rp5.800 per kilogram.
“Penyesuaian harga ini tidak hanya menjamin nilai tambah bagi petani, tapi juga mendorong mereka untuk meningkatkan produksi,” jelasnya.
Bulog Jember Ditarget 59.300 Ton
Sesuai dengan target yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat, Bulog Jember diharapkan dapat menyerap gabah hingga mencapai 59.300 ton setara beras selama satu tahun. Dari angka tersebut, proyeksi konsumsi beras berada di angka 48.000 ton, sementara gabah mencapai 22.000 ton, sebagai bagian dari strategi nasional menjaga ketersediaan pangan.
Melalui kebijakan ini, menjadi komitmen untuk melakukan pembelian langsung dari petani secara transparan dan memberikan harga yang lebih adil, sehingga sektor pertanian dapat tumbuh lebih optimal di tengah dinamika pasar pangan nasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








