Tugujatim.id – Masa Pra-Paskah salah satu periode penting di kalender tradisi Katolik. Salah satu bentuk penghayatan spiritual dalam masa Pra-Paskah yaitu wajib puasa Katolik.
Melansir dari Britannica, masa ini dikenal dengan Masa Pra-Paskah atau Lent, sebuah periode musim semi yang berlangsung selama 40 hari sebelum Paskah dan menjadi waktu untuk berdoa, bertobat, serta memperdalam iman. Caranya, salah satunya dengan puasa Katolik dan pantang.
Dasar Kewajiban Puasa Katolik
Dalam ajaran Gereja Katolik, puasa dan pantang dalam masa Pra-Paskah memiliki dasar teologis yang kuat. Yesus Kristus sendiri berpuasa selama 40 hari di padang gurun sebelum memulai pelayan-Nya (Matius4:2). Berkaitan dengan hal tersebut, umat Katolik diajak untuk meneladani Yesus dengan melakukan puasa dan pantang sebagai bentuk pertobatan dan pengendalian diri.
Aturan Berpuasa dan Berpantang:
Melansir dari laman Iman Katolik, berikut aturan puasa katolik dan berpantang:
- Puasa: Mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi, dengan hanya satu kali makan dalam sehari. Namun, untuk yang biasa makan tiga kali sehari dapat memilih tetap makan tiga kali sehari, dengan satu kali makan kenyang dan dua kali yang tidak kenyang atau makan ringan.
- Pantang: Menghindari beberapa jenis makanan tertentu seperti daging, garam, gula dan segala manisan. Berpantang juga menghindari kebiasaan tertentu, seperti merokok dan segala hiburan (radio,televisi,film) sebagai bentuk pengorbanan.
Adapun aturan pelaksanaan Puasa dan Pantang melansir dari laman Iman Katolik adalah sebagai berikut:
- Puasa: Diwajibkan untuk semua orang Katolik yang telah berusia 18 tahun sampai awal 60 tahun. Umat Katolik diwajibkan berpuasa pada dua hari selama periode Pra-Paskah, Rabu Abu dan Jumat Agung.
- Pantang: Diwajibkan untuk semua orang Katolik yang telah berusia 14 tahun ke atas. Orang Katolik wajib untuk berpantang pada hari Rabu Abu dan setiap hari Jumat sampai Jumat Agung, total 7 hari selama masa Pra-Paskah.
Baca Juga: Tanggal Berapa Paskah 2025? Simak Sejarah, Perayaan, hingga Maknanya
Makna dan Tujuan Puasa dalam Iman Katolik
Puasa di masa Pra-Paskah bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga menjadi saran untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan. Beberapa manfaat spiritual puasa ini antara lain:
- Membantu umat untuk lebih fokus dalam doa dan refleksi diri. Dengan mengurangi makan dan kebiasaan tertentu, umat Katolik pastinya dapat lebih banyak mencurahkan waktunya untuk fokus berdoa dan merenungkan perjalanan spiritual mereka.
- Mengajarkan pengendalian diri terhadap godaan duniawi. Berpuasa juga melatih umat untuk mengendalikan hawa nafsu serta belajar untuk hidup sederhana dengan tidak menghamburkan uang dan waktu berlebihan untuk kepentingan duniawi.
- Sebagai bentuk solidaritas dengan orang-orang yang berkekurangan. Berpuasa juga membuat umat bisa merasakan apa yang dirasakan oleh orang-orang miskin, sehingga umat Katolik terdorong untuk berbagi dengan mereka.
- Mempersiapkan hati dan jiwa dalam menyambut kebangkitan Kristus pada Hari Paskah. Dengan berpuasa, umat Katolik akan dibersihkan dari dosa dan akan lebih terbuka terhadap rahmat Tuhan.
Puasa dalam masa Pra-Paskah merupakan kewajiban bagi umat Katolik yang telah memenuhi syarat tertentu, yang mana bertujuan untuk memperdalam keimanan dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Dengan menjalankan puasa dan pantangan, umat diajak untuk merenungkan pengorbanan Yesus serta mempersiapkan diri secara spiritual dalam menyambut hari Paskah, membersihkan hati serta pikiran agar rahmat Tuhan senantiasa terbuka. Semoga Puasa Katolik ini menjadi kesempatan untuk menumbuhkan iman serta sebagai sarana mendekatkan diri kepada Tuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Saddam Alvaro N.P/Magang
Editor: Dwi Lindawati







