Tugujatim.id – Kamu bingung tanggal berapa Paskah 2025 digelar? Momen ini menjadi salah satu hari raya terpenting dalam tradisi Kristen yang diperingati oleh seluruh umat di seluruh dunia.
Perayaan ini memiliki makna mendalam, baik secara historis maupun spiritual. Sebab, perayaan ini berkaitan dengan kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Bertepatan dengan peringatan Paskah 2025 ini, artikel berikut akan membahas pengertian, bagaimana dirayakan, dan mengapa Paskah itu penting bagi umat Kristen.
Apa Itu Paskah?
Melansir dari Britannica, Paskah adalah salah satu hari raya dalam agama Kristen di mana perayaan ini memperingati kebangkitan Yesus Kristus setelah disalibkan. Kebangkitan Yesus merepresentasikan kemenangan kebaikan atas kejahatan, dosa dan kematian.
Paskah sendiri dirayakan di tanggal yang berbeda tiap tahun. Melansir dari The Old Farmer’s Almanac, dalam kalender Gregorian, Paskah diperingati antara 22 Maret dan 25 April. Untuk Paskah 2025 sendiri, akan diperingati pada Minggu (20/04/2025) berdasarkan kalender Gregorian.
Sejarah Singkat Paskah
Paskah memiliki akar sejarah yang erat berkaitan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam Alkitab. Menurut kitab Perjanjian Baru, Yesus Kristus disalibkan pada hari Jumat yang kini diperingati sebagai Jumat Agung, dan bangkit kembali pada hari Minggu yang kemudian menjadi Hari Paskah.
Peristiwa ini dicatat dalam keempat Injil dalam Alkitab, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes, yang mana menegaskan kebangkitan Yesus sebagai bukti kemenangan atas kematian.
Dalam sejarah Kekristenan, penghitungan tanggal perayaan Paskah menjadi perdebatan panjang antara Gereja Barat dan Gereja Timur. Melansir dari Britannica, umat Kristen di Asia merayakan hari disalibnya Yesus di hari yang sama dengan ketika umat Yahudi merayakan Paskah Yahudi, yaitu pada hari ke-14 pada bulan pertama musim semi, 14 Nisan dalam kalender Yahudi. Kebangkitan Yesus dirayakan dua hari setelahnya, pada 16 Nisan. Sedangkan di Barat, kebangkitan Yesus dirayakan di hari Minggu, hari dimana Yesus bangkit dari kematian.
Akhirnya, Konsili Nicea pada tahun 325 menetapkan bahwa Paskah harus dirayakan pada hari Minggu pertama setelah bulan purnama pertama di musim semi.
Bagaimana Paskah Dirayakan?
Di Indonesia sendiri, perayaan Paskah umumnya dilakukan dengan berbagai kegiatan keagamaan yang berfokus pada aspek spiritual. Perayaan ini meliputi:
1. Ibadah Paskah
Perayaan Paskah di Indonesia berpusat pada ibadah di gereja yang biasanya berlangsung pada Minggu pagi. Dalam ibadah ini, khotbah dan doa difokuskan kepada makna kebangkitan Yesus Kristus. Gereja-gereja menghiasi altar dengan lilin dan bunga sebagai simbol kemenangan Yesus Kristus atas kematian.
2. Perjamuan Kudus
Bagi umat Katolik dan beberapa denominasi Protestan, Perjamuan Kudus menjadi bagian penting dalam perayaan Paskah. Umat Kristen menerima roti dan anggur sebagai simbol tubuh dan darah Kristus, mengingatkan akan pengorbanan-Nya.
3. Pekan Suci (Holy Week)
Sebelum Paskah pada Hari Minggu, umat Kristiani menjalani Masa Prapaskah selama 40 hari yang diisi dengan doa, puasa, dan refleksi. Pekan Suci mencakup beberapa perayaan penting seperti:
- Kamis Putih: Mengenang perjamuan terakhir Yesus dengan murid-murid-Nya.
- Jumat Agung: Memperingati penyaliban Yesus dengan ibadah yang lebih tenang dan penuh refleksi.
- Sabtu Suci (Malam Paskah): Beberapa gereja mengadakan ibadah malam sebelum Paskah, menantikan kebangkitan Kristus.
4. Kegiatan Sosial
Paskah juga menjadi momen bagi umat Kristiani di Indonesia untuk melakukan kegiatan sosial, seperti bakti sosial ke panti asuhan atau panti jompo, berbagi makanan dan sembako kepada orang yang kurang mampu, atau mengunjungi keluarga dan sanak saudara untuk merayakan kebersamaan.
Baca Juga: Pentingnya Sebarkan Kasih dan Introspeksi Diri Dalam Perayaan Paskah
Meski begitu, beberapa daerah di Indonesia memiliki tradisi tersendiri yang berbeda-beda. Sebagai contoh, melansir dari blibli, umat Kristen di Kota Noemuti, Nusa Tenggara Timur, merayakan Paskah dengan tradisi yang diberi nama Kure. Tradisi ini dilakukan di hari Kamis Putih dan Jumat Agung. Pemeluk agama Katolik di sana akan berjalan kaki bersama dari satu rumah ke rumah yang lain untuk berdoa bersama. Sebelum itu, umat Katolik akan membersihkan salib, patung Yesus dan Bunda Maria terlebih dahulu.
Contoh lain adalah tradisi yang dilakukan umat Kristen di Wonogiri, Jawa Tengah. Di Hari Jumat Agung, umat Kristen Wonogiri akan berjalan sambil memanggul salib berukuran sangat besar menuju puncak Gunung Gandul, merepresentasikan perjalanan Yesus yang harus memanggul Salib ke Bukit Golgota.
Mengapa Paskah Penting bagi Umat Kristen?
Kebangkitan Yesus melambangkan simbol kemenangan atas maut dan memberikan harapan akan kehidupan yang kekal bagi para pengikutnya. Kebangkitan Yesus juga merupakan fondasi iman Kristen, dimana jika Kristus tidak bangkit, maka sia-sialah umat Kristen.
Di sisi lain, Paskah menjadi pengingat untuk umat Kristen akan kasih sayang Allah yang besar kepada manusia melalui pengorbanan Yesus. Paskah 2025 akan kembali menjadi waktu bagi umat Kristen merenungkan kembali nilai-nilai ini dalam kehidupan mereka.
Paskah adalah perayaan yang sangat penting bagi umat Kristen karena memperingati kebangkitan Yesus Kristus dari kematian. Paskah menjadi momen refleksi spiritual dan perayaan sukacita untuk umat Kristen di seluruh dunia. Lebih dari sekadar perayaan, kebangkitan Kristus mengandung makna yang mendalam tentang iman, pengorbanan dan harapan.
Paskah 2025 ini diharapkan menjadi kesempatan bagi para umat Kristen untuk semakin mendekatkan diri kepada Tuhan serta memperdalam makna spiritual dari kebangkitan Kristus itu sendiri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Saddam Alvaro N.P/Magang
Editor: Dwi Lindawati







