JEMBER, Tugujatim.id – Korban peluru nyasar di Jember harus menjalani operasi proyektil yang menancap di tulang paha. Kondisi WI (64) sendiri saat ini masih menjalani perawatan intensif dan belum bisa dimintai keterangan.
WI warga Perumahan Istana Tidar Regency di Kelurahan Karangrejo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, menjadi korban peluru nyasar.
Polres Jember melalui Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) telah menerima laporan resmi dari keluarga korban yang mendesak agar pihak kepolisian segera menyelidiki insiden tersebut.
Operasi Proyektil di Tulang Paha
Kasatreskrim Polres Jember, AKP Angga Riatma, menyampaikan bahwa Tim dari Inafis dan Reskrim langsung menuju TKP untuk melakukan olah tempat kejadian.
“Kami sudah menerima laporan dari keluarga pelapor. Tim dari Inafis dan Reskrim langsung turun untuk melakukan olah TKP,” ujar Angga Riatma saat dikonfirmasi pada Kamis (6/3/2025).
BACA JUGA: Nenek di Jember Korban Peluru Nyasar, Proyektil Bersarang di Paha
Ia juga menjelaskan, berdasarkan salah satu pejabat terkait, mengungkapkan bahwa WI telah menjalani operasi pengangkatan proyektil pada Selasa, 4 Maret 2025, dan saat ini masih dalam proses pemulihan sehingga belum mampu memberikan keterangan.
Selain itu, setelah korban selesai operasi, pihak kepolisian akan melakukan uji balistik guna melacak asal-usul peluru dan mendalami kasus ini lebih lanjut. “Informasi terbaru akan segera kami sampaikan,” kata Angga Riatma.
Insiden tragis terjadi pada Senin, 3 Maret 2025, sekitar pukul 16.00 WIB, ketika hujan lebat mengguyur Kabupaten Jember. Saat itu, WI tengah bermain bersama cucunya di teras rumah dan peluru nyasar mengenai paha kirinya yang menyebabkan peluru tersangkut di bagian tulang.
BACA JUGA: Temuan Sidak Pengolahan Air Limbah Tambak Udang di Jember Tidak Sesuai IPAL, Begini Penjelasanya
Atas kejadian itu, membuat WI dilarikan ke rumah sakit dan dilakukannya tindakan operasi. Kerabat korban, Bambang, menyatakan bahwa proyektil tersebut mengenai tulang sehingga memerlukan intervensi bedah.
“Proyektil itu mengenai bagian tulang sehingga harus dilakukan tindakan operasi,” ungkap Bambang. Hingga saat ini, asal-usul peluru serta jenis senjata yang digunakan masih menjadi tanda tanya, dan penyelidikan terus berlangsung oleh pihak kepolisian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko







