MALANG, Tugujatim.id – Pemkot Malang bakal merencanakan revitalisasi koridor Kayutangan usai Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang menyerahkan CSR design konsep baru. DPRD Kota Malang kini minta konsep yang masuk akal jika Kayutangan hendak direvitalisasi kembali.
Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani menyebut akan menelaah lebih dalam terkait rencana revitalisasi koridor Kayutangan itu. Dia mengatakan, dasar revitalisasi juga wajib dipertimbangkan.

“Apa alasannya. Kalau memang masuk di akal dan itu perlu dilakukan, kemudian ada imbasnya, ada efek dominonya, gak masalah,” kata Amithya.
Namun, dia memandang kondisi Kayutangan saat ini sudah cukup baik. Bahkan sudah ada rencana pembangunan sentra parkir untuk memecah masalah minimnya lahan parkir di Kayutangan.
Jika jadi direvitalisasi lagi, dia berpesan harus ada konsep yang lebih serius dan terarah. Sehingga bisa benar-benar berdampak positif yang luas bagi masyarakat Kota Malang.

“Saya pikir konsepnya saja yang harus digregetkan lagi. Sebenarnya apa yang mau kita sodorkan. Kalau mau dibilang Kayutangan Heritage, heritagenya itu apakah memang sudah benar-benar terboosting, atau hanya kulinernya saja yang di depan. Di baliknya seperti apa pergerakannya. Itu yang harus kita evaluasi dulu sebelum ada revitalisasi,” sambungnya.
Pengembangan Kayutangan Tingkatkan Daya Tarik Wisatawan
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang Baihaqi mengatakan, pengembangan Kayutangan tidak lain untuk meningkatkan daya tarik wisatawan. Beberapa fokusnya yakni memperluas ruang terbuka hingga penataan pedestrian yang lebih nyaman.

“Nantinya, area parkir akan dipindahkan agar wisatawan bisa lebih leluasa berjalan kaki menyusuri koridor Kayutangan,” jelasnya.
Baihaqi juga mengungkapkan bahwa Pemkot Malang telah menerima CSR rancangan desain konsep baru pengembangan Kayutangan Heritage dari IAI Malang. Konsepnya memperluas keindahan seluruh koridor hingga ke dalam kampung Kayutangan.
“Sehingga daya tariknya lebih luas dan tidak hanya terpusat di satu titik saja,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Sholeh
Editor: Dwi Lindawati








