• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Cicak Pecel Madiun.

Penemuan cicak baru oleh BRIN yang diberi nama C. pecelmadiun, terinspirasi dari Pecel Madiun. (Foto: Dok. BRIN)

Cicak Pecel Madiun, Spesies Baru yang Ditemukan di Jatim

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengumumkan penemuan spesies baru cecak jarilengkung (genus Cyrtodactylus) yang diberi nama C. pecelmadiun. Nama cicak Pecel Madiun diambil dari kuliner khas Jawa Timur “pecel Madiun” sesuai dengan lokasi penemuannya di sekitar wilayah Madiun, tepatnya di Maospati dan Mojokerto.

Peneliti Ahli Madya dari Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN Awal Riyanto menjelaskan, spesies baru ini ditemukan di lingkungan perkotaan seperti tanggul jembatan, tumpukan genteng, dan kebun di area pemukiman desa.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

Baca Juga: Di Balik Kelezatan Nasi Pecel Madiun, Konon Ada sejak Zaman Sunan Kalijaga

“Para peneliti ingin mengenalkan ragam kuliner Nusantara melalui dunia sains, sebagaimana yang telah dilakukan sebelumnya dalam deskripsi C. papeda dari Pulau Obi dan C. tehetehe dari Kepulauan Derawan,” dikutip Tugujatim.id pada Rabu (19/03/2025).

Karakteristik morfologi C. pecelmadiun menunjukkan warna dasar cokelat kehitaman dengan panjang tubuh (Snout-Vent Length/SVL) mencapai 67,2 mm pada jantan dewasa dan 59,0 mm pada betina.

Ciri-Ciri Cicak Spesies Baru

Spesies cicak Pecel Madiun ini memiliki 18–20 baris tuberkular dorsal tidak teratur di bagian tengah tubuh, 26–28 baris tuberkular antara ketiak dan selangkangan, serta 28–34 baris sisik perut. Pada cecak jantan terdapat ceruk precloacal dengan 32–37 pori precloacofemoral, sementara bagian subkaudal tidak memiliki sisik lebar.

“C. pecelmadiun cenderung sebagai spesies generalis dalam hal habitat. Spesies ini ditemukan tidak lebih dari 40 cm di atas permukaan tanah, di berbagai lingkungan yang dekat dengan aktivitas manusia,” imbuhnya.

Cecak jarilengkung Jawa atau Cyrtodactylus marmoratus adalah spesies pertama yang dideskripsi oleh Gray pada 1831, berdasarkan spesimen yang dikumpulkan oleh Heinrich Kuhl dan Johan Conrad van Hasselt.

Spesimen tersebut kini disimpan di Museum Naturalis, Belanda. Setelah lebih dari delapan dekade, de Rooij (1915) melaporkan keberadaan C. fumosus yang dideskripsi oleh Müller (1895) dan dikonfirmasi oleh Brongersma (1934).
.
Analisis filogenetik menunjukkan bahwa C. pecelmadiun berkerabat dekat dengan C. petani, dengan jarak genetik 0,1–1,6%. Spesies ini menjadi bukti kedua keberadaan grup darmandvillei di Jawa setelah C. petani, grup yang melimpah di kawasan Sunda Kecil.

Secara keseluruhan, Cyrtodactylus di Jawa terbagi dalam dua kelompok besar: grup darmandvillei dan marmoratus, yang keduanya merupakan kompleks spesies.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Zootaxa pada edisi 16 Januari 2025 dan menjadi referensi penting dalam studi taksonomi serta konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

“Penemuan ini mendorong kita untuk melakukan eksplorasi lebih lanjut guna mengungkap keragaman tersembunyi dari Cyrtodactylus di Jawa, mengingat masih banyak spesies yang belum teridentifikasi secara menyeluruh,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Badan Riset dan Inovasi NasionalCiri cicak spesies baru di JatimPenemuan BRINPenemuan Cicak Pecel MadiunSpesies baru Cicak Pecel Madiun
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Masjid Ki Buyut Langkay.

Adem! Potret Sudut-Sudut Masjid Ki Buyut Langkay Mojokerto

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID