MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jika kamu pecinta sejarah dan arsitektur kuno, Candi Gentong di Mojokerto adalah destinasi yang wajib dikunjungi. Apa saja daya tarik Candi Gentong Mojokerto ini?
Sebagai salah satu peninggalan Majapahit akhir, candi ini memiliki keunikan arsitektur mandala stupa yang juga ditemukan di Nepal dan India. Meski kini yang tersisa hanya reruntuhan fondasi dan beberapa struktur batu, bentuk aslinya masih bisa dibayangkan dari sisa-sisa bangunan yang ada.
Arsitektur Mandala Stupa, Warisan Majapahit yang Sarat Makna
Daya tarik Candi Gentong yang utama terletak pada desain mandala stupa, sebuah konsep arsitektur khas ajaran Buddha Mahayana. Mandala stupa melambangkan keseimbangan kosmos dan perjalanan spiritual menuju pencerahan (nirwana). Struktur melingkarnya bukan hanya estetis, tetapi juga memiliki makna filosofis yang mendalam.
Candi Gentong terbagi menjadi dua bangunan utama, yaitu:
- Candi Gentong I, berada di bagian selatan
- Candi Gentong II, berada di bagian utara
Keduanya berada dalam satu garis sumbu yang sama, menunjukkan perencanaan arsitektur yang matang. Seperti banyak candi Buddha lainnya, Candi Gentong dahulu dikelilingi oleh stupika-stupika kecil yang berfungsi sebagai bagian dari ritual keagamaan. Namun, sayangnya stupika-stupika tersebut kini sudah tidak ditemukan, kemungkinan telah dipindahkan ke Museum Trowulan untuk pelestarian.
Seorang pengunjung dengan akun @John Dirk berbagi kesannya tentang tempat ini. Dia mengatakan, candi dikelilingi stupika kini tidak terlihat lagi.
Baca Juga: Candi Gentong dan Hubungannya dengan Majapahit
“Candi ini itu terdiri dari dua bangunan di sebelah utara & selatan berbentuk mandala stupa dan dikelilingi stupika-stupika. Namun, sayang sekali stupika-stupika ini sudah tidak ditemukan lagi, mungkin sudah dipindahkan ke Museum Trowulan,” tulisnya.
Testimoni ini semakin menguatkan bahwa Candi Gentong bukan hanya sekadar situs sejarah, tetapi juga bukti nyata pengaruh besar ajaran Buddha dalam peradaban Majapahit.
Asal-usul Nama “Gentong” dan Temuan Arkeologi
Nama Candi Gentong berasal dari bentuknya yang unik. Sebelum dilakukan ekskavasi, masyarakat sekitar melihat gundukan tanah besar dengan lubang di tengahnya yang menyerupai gentong raksasa. Selain itu, di sekitar area candi ditemukan banyak fragmen gentong batu yang semakin memperkuat asal-usul namanya.
Sejumlah temuan arkeologi di kawasan candi semakin mengungkap sejarahnya, di antaranya:
- Dua fragmen arca Buddha yang menandakan bahwa candi ini dulu digunakan sebagai tempat peribadatan.
- Kumpulan stupika yang kemungkinan menjadi bagian dari ritual keagamaan.
- Sisa arang yang diteliti melalui carbon dating di Laboratorium Pusat Pengembangan dan Penelitian Geologi, Bandung. Hasilnya menunjukkan bahwa Candi Gentong berasal dari sekitar tahun 1470 ±100 Masehi, menguatkan bahwa bangunan ini merupakan peninggalan Majapahit akhir.
Keindahan Bata Merah Khas Majapahit
Meski kini hanya tersisa fondasi dan bebatuan, keindahan arsitektur Candi Gentong tetap terpancar. Bata merah khas Majapahit yang digunakan dalam penyusunannya memiliki pola konstruksi yang unik—bata-bata ini disusun tanpa semen, melainkan menggunakan teknik sambungan antar-batu yang presisi.
Baca Juga: Fakta Menarik Candi Gentong, Banyak yang Belum Tahu!
Pola ini memungkinkan struktur tetap kokoh selama berabad-abad, meskipun mengalami kerusakan akibat alam dan waktu. Saat terkena sinar matahari sore, warna bata merah yang kontras dengan hijaunya pepohonan di sekitar candi menciptakan pemandangan yang begitu estetis dan menenangkan.
Bagi pecinta fotografi arsitektur, Candi Gentong adalah tempat yang menarik untuk dieksplorasi. Perpaduan antara batuan kuno dan alam yang masih asri membuatnya tampak semakin eksotis.
Lokasi & Tips Berkunjung ke Candi Gentong
- Lokasi: Desa Jambumente, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur
- Jam operasional: 07.00-17.00 WIB
- Tiket masuk: Rp5.000-Rp10.000
Tips Wisata:
- Datang pagi atau sore hari untuk mendapatkan pencahayaan terbaik dan suasana yang lebih sejuk.
- Gunakan pakaian dan sepatu nyaman karena medan di sekitar candi berupa tanah dan bebatuan.
- Bawa kamera atau ponsel dengan lensa wide untuk mengabadikan keindahan arsitekturnya secara maksimal.
Candi Gentong, Warisan Majapahit yang Perlu Dijaga
Sebagai bagian dari kompleks Trowulan, Candi Gentong adalah bukti nyata kejayaan Majapahit yang masih bisa kita saksikan hari ini. Keunikan mandala stupa, bata merah khas, serta berbagai artefak bersejarah yang ditemukan di sekitarnya, menjadikannya sebagai salah satu situs penting dalam sejarah Nusantara.
Buat kamu yang ingin merasakan atmosfer kejayaan Majapahit sekaligus menikmati keindahan arsitektur kuno, Candi Gentong adalah destinasi yang wajib dikunjungi! Daya tarik Candi Gentong ini bisa masuk wishlist kamu untuk berwisata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Muhammad In’am Chairuzzidan Anwar/Magang
Editor: Dwi Lindawati







