JEMBER, Tugujatim.id – Prestasi gemilang diraih Tim Logawa Manut dari Teknik Sipil Universitas Jember (Unej) setelah sukses meraih Juara 1 dalam Balsa Bridge Competition Clash of Civil 2025 yang digelar di Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta. Kemenangan ini menjadi bukti bahwa strategi yang tepat dapat membawa mahasiswa menuju kesuksesan.
Menjadi mahasiswa teknik yang berprestasi tidak hanya soal memahami teori di kelas, tetapi juga tentang bagaimana menerapkannya dalam dunia nyata.
Baca Juga: Target Operasi Awal 2026, Kementerian PU Resmi Serahkan Pengelolaan RS Unej
Tim yang terdiri dari Sarafina Muslichayati, Muhammad Aktsa Ayudya Putra, dan Jalu Ilyas Setyoputro, membuktikannya dengan berhasil merancang jembatan balsa dengan efisiensi struktur tertinggi, melewati tahap uji pembebanan hingga presentasi desain di babak final. Keberhasilan mereka tidak datang begitu saja, tetapi merupakan hasil dari strategi belajar yang konsisten, manajemen waktu yang baik, serta dukungan dari berbagai pihak.
Menurut Sarafina Muslichayati atau yang akrab disapa Caca, salah satu kunci utama dalam meraih prestasi adalah keseriusan dalam menerapkan teori ke dalam praktik.
“Motivasi utama kami adalah menerapkan ilmu perkuliahan ke dunia nyata. Kami aktif mengikuti berbagai kompetisi untuk mengasah kemampuan serta rutin berdiskusi dengan dosen dan mahasiswa lain,” ungkap Caca.
Tips Mahasiswa Unej Raih Prestasi
Sering terlibat dalam kompetisi teknik menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa untuk memperdalam pemahaman dan implementasi keilmuan mereka. Namun, tantangan terbesar adalah bagaimana mengatur waktu antara kuliah, penelitian, dan persiapan kompetisi.
“Saya menggunakan kalender dan Gantt Chart (alat manajemen proyek) untuk membagi tugas serta menetapkan target harian. Dengan cara ini, semua bisa berjalan sesuai rencana tanpa mengganggu perkuliahan,” tambahnya.
Penyusunan skala prioritas dan jadwal kerja yang jelas menjadi langkah penting agar mahasiswa teknik tetap produktif tanpa kewalahan dengan berbagai aktivitas akademik maupun kompetisi.
Keberhasilan Tim Logawa Manut tidak lepas dari peran dosen pembimbing dan komunitas akademik Unej. Salah satunya adalah Dr Ir Krisnamurti MT CPIA CHRM CRP CIISA yang senantiasa memberikan bimbingan teknis kepada tim.
Selain itu, akses terhadap fasilitas laboratorium serta kesempatan mengikuti kompetisi menjadi faktor yang turut mendukung prestasi mahasiswa. Bagi mahasiswa teknik yang ingin mengukir prestasi, Caca berpesan agar tidak ragu untuk memulai, meskipun ilmu yang dimiliki masih terbatas.
“Jangan takut untuk memulai, meskipun ilmu yang dimiliki masih terbatas. Kompetisi adalah kesempatan terbaik untuk belajar dan mengasah kemampuan,” sambungnya.
Dengan semangat inovasi, strategi yang tepat, serta dukungan dari lingkungan akademik, mahasiswa Unej diharapkan dapat terus berkembang dan mencetak prestasi di tingkat nasional maupun internasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati







