MOJOKERTO, Tugujatim.id – 15.000 lebih rumah tak layak huni di Mojokerto bakal direhabilitasi melalui skema CSR (Corporate Social Responsibility) dari Pengembang Perumahan di Kabupaten Mojokerto.
Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra mengatakan lebih dari 15.000 rumah teridentifikasi tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto. Data tersebut berdasarkan hasil asesmen dari Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Perhubungan (DPRKP2) Kabupaten Mojokerto. Jumlah rumah tidak layak huni tersebut diproyeksikan terus dikurangi melalui program rehabilitasi.
“Program perbaikan rumah tidak layak huni ini menjadi bagian komitmen kita untuk Kabupaten Mojokerto, terdata sekitar 15.000 lebih rumah tidak layak huni, dan nanti akan dibantu renovasi dari pihak Provinsi dan sebagian kita (Pemkab) juga melakukan,” terangnya, Selasa (25/03/2025).
BACA JUGA: Mayat Pria Bertato Naga Ditemukan di Sungai Brantas Mojokerto
Program rehabilitasi ini merupakan wujud hadirnya pemerintah untuk membantu warga kurang mampu agar bisa mempunyai tempat tinggal yang layak huni.
Bupati Al Barra juga menyampaikan terima kasih atas peran masyarakat terutama para pengembang perumahan yang ikut berperan aktif dalam program rehabilitasi rumah tersebut.
“Jadi program ini berjalan untuk untuk mewujudkan komitmen kita bahwa kedepan tidak ada lagi rumah tidak layak huni di Kabupaten Mojokerto, sekaligus kami ucapkan, terima kasih untuk seluruh warga Kabupaten Mojokerto yang ikut berperan aktif untuk merealisasikan program renovasi rumah tidak layak huni ini,” tuturnya.
BACA JUGA: Ribuan Parsel Lebaran Disalurkan Gereja di Kota Mojokerto untuk Masyarakat Muslim
Terpisah, Kepala DPRKP2 Kabupaten Mojokerto Rachmat Suharyono, mengatakan bahwa pihaknya bersama jajaran terkait memastikan program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni ini berjalan sesuai dengan standar pedoman Kementerian PUPR. Rachmat juga menambahkan bahwa pihaknya berjanji melakukan pendampingan pada kegiatan serupa selanjutnya.
“Kami berikan pendampingan tentang mekanisme dan pedoman untuk kawan-kawan pengembang perumahan, nanti kami juga mengupayakan hal serupa, karena tahun ini kami menyasar total 94 rumah tidak layak huni akibat dampak bencana melalui skema dana alokasi khusus,” terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








