JEMBER, Tugujatim.id – Selama bulan suci Ramadan hingga Hari Raya Idulfitri yang beriringan dengan budaya masyarakat yakni musim ziarah kubur, mendatangkan pundi-pundi berlipat bagi pedagang bunga tabur di Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pedagang bunga tabur di Kabupaten Jember mengalami lonjakan pendapatan yang cukup signifikan. Fenomena ini terjadi seiring meningkatnya aktivitas ziarah makam yang menjadi tradisi masyarakat.
Baca Juga: Indah! Jamaah Salat Id di Malang Ibadah di Pelataran Gereja
“Pendapatan harian saya bisa mencapai Rp500.000 di masa-masa seperti ini, naik drastis dibandingkan hari-hari biasa yang sekitar Rp100 ribu-Rp200 ribuan,” ujar salah seorang penjual bunga tabur, Wahid, Senin (31/03/2025).
Stok Bunga Dipasok dari Luar Kota
Di trotoar Trunojoyo, Wahid menawarkan berbagai jenis bunga tabur yang dikemas dalam kantong plastik kecil dengan harga Rp5.000 per paket hingga kantong bunga tabur berukuran besar. Dia mendatangkan bunga dari beberapa daerah penghasil seperti Jember pegunungan, Malang, Bali, dan kawasan lokal Jember.
“Saya sudah menekuni bisnis musiman ini selama bertahun-tahun. Keuntungannya sangat membantu perekonomian keluarga,” imbuhnya.
Dia mengaku, berjualan bunga tabur yaitu sebelum bulan suci Ramadan hingga tujuh hari setelah Lebaran. Tidak tanggung-tanggung, waktu operasinya pun nyaris 24 jam menjelang Lebaran.
“Nanti dari pagi ke sore saya yang jualan, dari sore ke malam ada istri yang ditemani anak saya,” tandas Wahid.
Setidaknya, di beberapa sudut pusat Kabupaten Jember, akan banyak ditemui pedagang bunga tabur yang khas dengan kantong-kantong berisi bunga berjajar di tepi jalan, khususnya di Jalan Trunojoyo.
Pedagang bunga tabur musiman tidak hanya terkonsentrasi di satu lokasi. Mereka tersebar di beberapa tempat, termasuk pemakaman di seluruh Kabupaten Jember. Hal itu tidak lepas dari memanfaatkan momentum peningkatan permintaan selama periode ziarah kubur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati







