JEMBER, Tugujatim.id – Di ujung perbatasan Jember, tersimpan cerita megalitik yang hampir terlupakan. Situs Duplang menjadi potret arkeologis yang terletak di Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Dahulu, Situs Duplang ini bernama Sembah Lasdono, adalah saksi bisu perjalanan kebudayaan manusia purba, sebuah ruang arkeologis yang menyimpan jutaan misteri peradaban.
Baca Juga: Situs Duplang Kamal: Warisan Sejarah Megalitikum di Jember yang Indah
Melansir dari ppid.jemberkab.go.id, etimologi nama “Lasdono” sendiri memiliki makna dalam: “Las” menggambarkan hutan lebat, sementara “dono” merujuk pada sosok manusia prasejarah yang mendiami wilayah tersebut.
Sebelum agama-agama modern mengisi ruang spiritual masyarakat, lokasi ini adalah pusat ritual penghormatan arwah leluhur. Berikut ini beberapa artefak dan kisah di baliknya.
Batu Kenong: Narasi Spiritual
Batu kenong di situs ini tidak sekadar benda mati. Ia adalah medium komunikasi antargenerasi. Terbagi dalam dua varian, yaitu tunggal dan kembar. Dimana, setiap batu memiliki fungsi ritual yang kompleks.
Batu kenong tunggal bertindak sebagai medium pemujaan, sementara varian kembar mengindikasikan keberadaan kubur dolmen di sekitarnya.
Menhir: Monumen Religius
Menhir, tugu batu tegak yang menjulang adalah saksi bisu peradaban megalitikum. Didirikan sekitar 4.000 tahun silam, batu-batu ini lebih dari sekadar struktur geografis. Mereka adalah catatan spiritual masyarakat purba, media komunikasi dengan alam gaib dan leluhur.
Jejak yang Tersebar
Lebih dari 3.600 benda bersejarah pernah teridentifikasi di wilayah ini, meskipun kini tinggal serpihan kenangan. Artefak tersebar di persawahan, rumah warga, dan tepian sungai sebagian bahkan telah mengembara ke museum asing di Jerman.
Kubur Batu sebagai Potret Ritual Pemakaman
Kubur batu di Duplang adalah miniatur kosmos keyakinan masyarakat purba. Jenazah diletakkan dalam posisi berbaring, dikelilingi susunan batu rapi seperti peti mati. Bekal kubur gerabah, manik-manik, perhiasan menandakan kepercayaan akan kehidupan setelah kematian.
Warisan yang Hidup
Situs Duplang lebih dari sekadar lokasi arkeologis. Ia adalah narasi hidup tentang adaptasi, spiritualitas, dan kompleksitas peradaban manusia purba di tanah Jember.
Setiap batu, setiap fragmen adalah kisah yang menunggu untuk dibacakan dan merangkai kisah dari sebuah warisan yang terus berbicara kepada generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








