• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Sedekah Bumi Bektiharjo.

Hartono, juru kunci sumber mata air di lokasi pepunden yang diyakini warga sekitar yang sakral di Tuban, Rabu (16/04/2025). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Tradisi Nyadran, Warga Tuban Gelar Sedekah Bumi Bektiharjo Wujud Syukur

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Sedekah Bumi Bektiharjo menjadi cara warga Semanding, Tuban, merawat syukur yang mengalir bersama air kehidupan pada Rabu (16/04/2025). Di tepian sendang yang jernih itu, doa-doa ditabur, berkat dibagikan, dan alam dipeluk dengan kesadaran penuh bahwa air bukan sekadar kebutuhan, tapi anugerah yang harus dijaga bersama.

Air yang mengalir dari Bektiharjo bukan sekadar aliran jernih. Dia adalah nadi kehidupan yang mengairi sawah, memenuhi bak mandi, menyentuh gelas minum, dan mendidihkan nasi di dapur-dapur warga.

You might also like

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM
Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

15/06/2026 12:30 PM

Baca Juga: Lestarikan Budaya, Potret Tradisi Sedekah Laut di Pesisir Tuban Wujud Rasa Syukur Nelayan 

Maka sekali dalam setahun, masyarakat berkumpul, mengucap terima kasih melalui tradisi yang diwariskan dari leluhur.

“Saya bukan asli sini, tapi sudah sembilan tahun ikut tradisi Nyadran. Rasanya seperti pulang ke rumah,” tutur Nani, 25, perempuan asal Cirebon yang kini menetap tidak jauh dari lokasi sendang.

Sedekah bumi di Bektiharjo.
Masyarakat tampak memberikan makan ikan yang menjaga kejernihan air Sendang Mata Air Bektiharjo Tuban. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

 

Tradisi Nyadran ini dilakukan dengan penuh kesadaran dan ketulusan. Sejak pagi, warga telah mempersiapkan hidangan dari rumah masing-masing.

Mereka kemudian bersama-sama menuju area wisata Pemandian Bektiharjo, membawa makanan dan bunga sebagai simbol syukur dan penghormatan.

Setelah doa bersama dipanjatkan, makanan dibagikan. Tidak hanya untuk sesama manusia, tapi juga untuk satwa-satwa liar yang tinggal di sekitar sumber air.

“Bukan cuma tradisi, ini juga bentuk kasih sayang kami kepada alam dan semua makhluk yang hidup di dalamnya,” ucap Purwatingsih, salah satu warga lainnya.

Sumber Air Jadi Tumpuan 6 Desa

Sementara itu, Hartono, juru kunci Sumber Air Bektiharjo, menjelaskan, sumber ini menjadi tumpuan hidup bagi enam desa di sekitarnya.

“Air dari sini dimanfaatkan oleh warga Bektiharjo, Perunggahanwetan, Perunggahankulon, Semanding, Tegalagung, dan sebagian wilayah lain,” terangnya.

Pria berusia 72 tahun ini menambahkan, Sedekah Bumi Bektiharjo menjadi pengingat bahwa air bukan hanya berkah, tapi juga amanah. Dia harus dijaga, dirawat, dan disyukuri bersama.

Sedekah bumi di Bektiharjo Tuban.
Satwa hewan primata tengah menikmati makanan yang sengaja dipersiapkan warga untuk saling berbagi. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

 

“Kalau air ini kering, kehidupan warga ikut terancam. Makanya, tradisi ini bukan sekadar ritual, tapi juga bentuk kepedulian bersama,” ujarnya.

Tradisi yang berlangsung secara turun-temurun ini tetap lestari, meski zaman terus bergerak maju. Di tengah deru modernitas, Sedekah Bumi Bektiharjo adalah ruang untuk berhenti sejenak, menunduk, dan mengingat segala sesuatu yang besar dimulai dari hal yang paling dasar seperti seteguk air.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniKabupaten Tuban hari iniSedekah Bumi Bektiharjo TubanSedekah Bumi di BektiharjoTradisi Nyadran adalahTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Tuban

Harga Pertamax Naik, Nelayan Tuban Khawatir Pertalite Langka

by Mochamad Abdurrochim
14/06/2026 12:27 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Kenaikan harga Pertamax mulai memicu kekhawatiran di kalangan nelayan Kabupaten Tuban. Mereka cemas perpindahan pengguna Pertamax ke...

Next Post
Warga Tuban.

Pamit Cari Rumput, Warga Tuban Ditemukan Tewas di Sawah

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID