JEMBER, Tugujatim.id – Lebaran haji 2025, terbesit kisah inspiratif dari jamaah haji di Kabupaten Jember. Sebab, jamaah haji Jember ini mulai dari penjual sate hingga juru masak pondok pesantren (ponpes) yang akan menunaikan rukun Islam kelima di tahun ini.
Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Jember Nur Sholeh mengungkapkan beberapa kisah calon jamaah haji Jember yang akan berangkat tahun ini. Di antara mereka berlatar belakang penjual sate di kaki lima hingga seorang juru masak ponpes yang berangkat bersama ibunya.
Baca Juga: Kuota Haji Jember 2025 Turun, Baru 2.168 Jamaah Dapat Kursi
“Ada beberapa jamaah, kalau menurut kebiasaan sih ini berbeda dengan jamaah yang lain. Misalnya ada penjual sate di kaki lima itu tahun ini berangkat. Jamaah Pak Irfan namanya asal Kepatihan, Kaliwates,” ungkap Nur Sholeh saat dikonfirmasi pada Senin (28/04/2025).
Juru Masak Ponpes Ajak Ibu Berangkat
Seorang pemuda yang masih single namun memiliki kelebihan dalam bidang kuliner akan melaksanakan haji tahun ini. Tidak sendirian, dia akan menuju Tanah Suci bersama ibundanya tercinta.
“Kemudian juga ada jamaah yang saat ini masih single, cowok tetapi jamaah ini punya kelebihan,” kata Nur Sholeh.
Pemuda tersebut merupakan juru masak di sebuah ponpes di daerah Bangsalsari. Tidak hanya itu, pemuda ini juga terbiasa menyajikan menu-menu makanan untuk keperluan hajatan.
“Masih di pondok, kemudian kesehariannya melayani di sana, para santri yang mau makan, bikin lauknya, kemudian juga sesekali masak untuk keperluan hajatan di masyarakat. Dari asal Bangsalsari,” jelas Nur Sholeh.
Berangkat dengan Sistem Penggabungan Mahram
Menariknya, pemuda tersebut berangkat ibadah haji tahun ini melalui sistem penggabungan mahram bersama ibunya.
“Cuma ini berangkat 2025 dengan porsi penggabungan mahram. Dengan ibunya berangkat tahun ini, kemudian mengantarkan penggabungan dan diterima dan melakukan pelunasan,” tambah Nur Sholeh.
Jamaah yang tidak mau disebutkan namanya ini telah mendaftar sejak 2019 dan telah memenuhi syarat keberangkatan sesuai regulasi yang berlaku.
“Insyaa Allah berangkat. Insyaa Allah ini tergabung ke KUA Trika 1 ya, yang ahli masak ini,” tambahnya.
Berkat Takdir Allah
Nur Sholeh menjelaskan, ibu dari jamaah tersebut sudah memasuki usia lansia.
“Ibunya sudah di atas 65 tahun usianya, masuk lansia cuma belum di atas lansia, cuma berangkat dengan porsi reguler,” ujarnya.
Yang membuat kisah ini istimewa, menurut Nur Sholeh, adalah pekerjaan para jamaah haji Jember tersebut yang berbeda dari stereotip jamaah pada umumnya. Mereka begitu menginspirasi masyarakat.
“Penghasilannya nggak mesti ataupun kalau mesti kan kecil ya, karena takdir Allah juga tahun ini kebetulan ada penggabungan, sehingga kami bisa mengajukan penggabungan dengan orang tuanya dan insyaa Allah berangkat tahun ini,” tutup Nur Sholeh.
Kisah inspiratif jamaah haji Jember ini mengingatkan bahwa ibadah haji bukan hanya untuk orang-orang berpenghasilan besar, tetapi juga bisa diraih oleh siapa saja yang tekun menabung dan mendapat berkah dari Allah SWT.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








