JEMBER, Tugujatim.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia Jember (KONI Jember) menerapkan strategi selektif dan memaksimalkan prestasi di tengah pembatasan kuota atlet pada Porprov IX Malang Raya 2025.
KONI Jember selektif dalam penentuan kontingen Pekan Olahraga Provinsi atau Porprov IX Malang Raya 2025 akibat pengurangan kuota dari 405 menjadi hanya 252 atlet. Pengurangan tersebut membuat pengurus KONI Jember harus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap potensi setiap cabang olahraga (Cabor).
Prof. Soetriono, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jember mengatakan telah menggelar pertemuan intensif dengan perwakilan Cabor pada 22-23 April 2025 lalu menyikapi kebijakan pengurangan kuota tersebut.
“Sekitar 85 persen Cabor telah menyampaikan proposal kebutuhan kuota beserta proyeksi capaian mereka. Data ini menjadi bahan pertimbangan utama kami dalam mengalokasikan kuota yang terbatas,” jelas Prof. Soetriono, yang juga akademisi Fakultas Pertanian Universitas Jember saat dikonfirmasi pada Selasa (29/4/2025).
Usulan Capai 435 Atlet Dikirim 252 Atlet
Dalam proses seleksi, KONI Jember tidak hanya meminta paparan target, tetapi juga menuntut setiap cabor untuk menjelaskan strategi pencapaiannya. “Kami melakukan penilaian objektif terhadap realisme target yang diajukan. Rekam jejak prestasi menjadi salah satu indikator penentu, bukan sekadar ambisi tinggi yang belum terbukti,” imbuhnya.
Hasil pendataan menunjukkan bahwa total usulan mencapai 435 atlet, jauh melampaui kuota yang tersedia yakni 252 atlet. KONI Jember hanya mampu mengakomodasi 57,9 persen dari total kebutuhan. Meski demikian, Prof. Soetriono menegaskan bahwa atlet yang tidak masuk kuota resmi masih memiliki kesempatan berpartisipasi melalui jalur mandiri.
“Pemilihan kontingen telah dilakukan secara profesional dengan prioritas utama pada potensi prestasi,” tegas pria yang akrab disapa Prof. Tri ini.
BACA JUGA: Tenaga Keperawatan Siap Jadi Motor Program Kesehatan Prioritas Pemkab Jember
Dalam menghadapi Porprov XI di tengah kebijakan efisiensi, KONI Jember menargetkan posisi yang tidak jauh dari peringkat satu digit. Untuk mencapai target tersebut, kontingen Jember diharapkan mampu mengumpulkan minimal 26 medali emas, 26 perak, dan 29 perunggu.
Target tersebut telah didistribusikan berdasarkan klasifikasi cabor. “Cabor unggulan kami targetkan meraih 15 emas, 16 perak, dan 20 perunggu. Untuk kategori supporting, targetnya 6 emas, 6 perak, dan 5 perunggu. Cabor non-unggulan ditargetkan menyumbang 2 emas, 3 perak, dan 2 perunggu. Sementara untuk cabor baru, kami berharap bisa menyumbangkan 3 emas, 1 perak, dan 2 perunggu,” urai Prof. Soetriono.
BACA JUGA: Pelajar Berkebutuhan Khusus Jember-Lumajang Unjuk Bakat di Kompetisi Tahunan
Menariknya, meskipun kuota resmi hanya 252 atlet, jumlah kontingen Jember yang akan berlaga di Porprov diprediksi jauh lebih banyak. Hal ini berkat inisiatif sejumlah cabor yang berkomitmen memberangkatkan atlet secara mandiri.
“Salah satu contoh inspiratif adalah cabor bola tangan. Meski tergolong baru, mereka bertekad mengikuti kompetisi dengan biaya sendiri demi mengharumkan nama Jember. Semangat seperti inilah yang kami harapkan muncul dari cabor lainnya,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








