TUBAN, Tugujatim.id – Pemkab Tuban menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Musrenbang RPJMD) 2025–2029 di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Rabu (30/4/2025).
Wakil Bupati Tuban, Joko Sarwono dalam sambutannya menegaskan bahwa forum Musrenbang RPJMD bukan sekadar rutinitas tahunan, tetapi wadah menyuarakan ide dan harapan untuk arah pembangunan Tuban ke depan.
“Kita pengin rencana ke depan itu realistis dan sesuai kebutuhan masyarakat, bukan cuma di atas kertas,” ujarnya di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Rabu (30/4/2025).
Musrenbang RPJMD membahas beragam usulan, mulai dari infrastruktur dasar, layanan kesehatan, irigasi sampai digitalisasi pelayanan publik. Tahap awal, Pemkab Tuban ingin memastikan akses dan layanan publik bisa dirasakan merata, termasuk di pelosok desa.
Fokus Ekonomi Berbasis Potensi Lokal
Masuk ke tahap kedua, rencana pembangunan akan lebih fokus pada ekonomi berbasis potensi lokal. Jadi, alih-alih terlalu bergantung ke luar, Pemkab ingin mengangkat kekuatan ekonomi dari desa-desa sendiri. “Konsep green economy juga mulai dilirik supaya pembangunan tak merusak lingkungan,”ucapnya.
Tahapan lainnya? Penguatan kerja sama antarinstansi, peningkatan daya saing, dan terakhir, evaluasi menyeluruh. Semua tahapan itu disusun untuk memastikan arah pembangunan tidak ngasal dan bisa diukur hasilnya.

Menariknya, forum ini juga jadi ajang ngobrol bareng lewat diskusi panel dan sesi tanya jawab. Banyak yang menyuarakan soal pentingnya pendidikan yang merata, layanan publik yang lebih cepat, serta perhatian pada pelestarian budaya lokal. Meski belum semua suara bisa langsung diwujudkan, tapi forum ini jadi langkah awal penting untuk mendengar.
“Kalau masyarakat terus terlibat, program pembangunan bisa benar-benar nyambung sama kebutuhan di lapangan,” tambah Joko.
BACA JUGA: Ganti Nomenklatur BUMD Tuban Usai Skandal Korupsi Rp2,6 Miliar, Strategi atau Sekadar Formalitas?
Musrenbang RPJMD menjadi semacam ruang curhat sekaligus ruang diskusi masa depan Tuban. Bukan forum mewah, tapi cukup memberi ruang bagi banyak pihak untuk terlibat.
Masyarakat menantikan, sejauh mana suara-suara yang terkumpul ini benar-benar diterjemahkan jadi kebijakan yang terasa hingga kebawah.
Musrenbang dihadiri pejabat dan birokrat mulai dari Kepala Desa, tokoh masyarakat, perwakilan pemuda, dunia usaha, sampai penyandang disabilitas juga duduk bareng.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








