JEMBER, Tugujatim.id – Keterbatasan tidak menjadi penghalang bagi para pelajar berkebutuhan khusus di Jember dan Lumajang untuk unjuk kemampuan melalui kompetisi tahunan yang berlangsung di SLB Negeri Branjangan, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember.
Sebanyak 35 pelajar berkebutuhan khusus berkumpul untuk mengikuti tiga ajang bergengsi, Lomba Keterampilan Siswa (LKS), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), dan Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Jember, Sugeng Trianto, menekankan bahwa acara ini lebih dari sekadar pertandingan kompetitif.
“Kami menyediakan panggung bagi anak-anak istimewa ini untuk menunjukkan potensi mereka. Meskipun menghadapi tantangan fisik atau intelektual, semangat dan tekad mereka sering kali melampaui dugaan kita,” ujar Sugeng Trianto pada Kamis (24/4/2025).
Sugeng menyoroti filosofi pendidikan inklusif yang menjadi landasan kegiatan tersebut, dengan fokus pada kebahagiaan dan perkembangan kepercayaan diri siswa.

“Kegembiraan para peserta didik adalah prioritas kami. Ketika mereka bahagia, kemampuan dan bakat mereka akan berkembang secara alami. Ini jauh lebih berharga daripada sekadar meraih kemenangan,” jelasnya.
Menurutnya, program yang kini memasuki tahun keempat ini mencakup wilayah administratif Cabang Dinas Pendidikan Jember yang meliputi Kabupaten Jember dan Lumajang.
“Selama empat tahun penyelenggaraan, kami menyaksikan kemajuan yang menakjubkan. Kreativitas mereka semakin berkembang dengan semangat yang tak pernah surut,” tambahnya.
BACA JUGA: Puluhan Lokasi Ujian, 13.403 Peserta UTBK SNBT Wajib Hadir Sejam Sebelum Ujian
Sugeng berharap acara seperti ini dapat terus berkembang, tidak hanya sebagai agenda tahunan tetapi sebagai budaya inklusivitas yang mengakar dalam sistem pendidikan.
“Visi kami adalah menjadikan semangat inklusif ini sebagai nilai yang tertanam di setiap institusi pendidikan,” tegasnya.
Sementara itu, Nuril Istifara, Ketua Panitia LKS 2025, menjelaskan bahwa kompetisi tahun ini mencakup tujuh kategori lomba: tata boga, tata rias, tata busana, merangkai bunga, membatik, teknologi informasi, dan kreasi daur ulang.
BACA JUGA: Jalur UM-PTKIN 2025, UIN KHAS Jember Buka Kuota 4.000 Mahasiswa
“Kami yakin karya-karya siswa SLB mampu bersaing dengan hasil karya siswa sekolah reguler. Beberapa karya dari tahun-tahun sebelumnya bahkan telah mencapai tingkat nasional,” ujarnya.
Nuril menyampaikan harapannya agar hasil karya siswa SLB mendapat lebih banyak kesempatan untuk dipamerkan kepada masyarakat luas, sehingga mendapatkan apresiasi yang pantas.
“Mereka memiliki potensi luar biasa dan hanya membutuhkan dukungan serta kesempatan untuk mengembangkan bakat mereka,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








