JEMBER, Tugujatim.id – Di antara riuh tepuk tangan dan senyum bahagia para wisudawan muda, sosok perempuan paro baya tampak mencolok. Dengan senyum mengembang dan mata berbinar, nenek di Jember ini menerima ijazah kelulusannya dari program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH) Jember.
Dialah Sutipah, seorang nenek di Jember berusia 52 tahun yang membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus menimba ilmu.
Baca Juga: Yuk Ikuti 5 Tips Parenting Bentuk Karakter Positif bagi Anak
“Belajar itu tidak kenal umur,” ujar perempuan yang akrab disapa Bu Tipah ini dengan penuh semangat saat ditemui beberapa waktu lalu.
Sebagai Ketua Kader Posyandu Kepatihan di Kecamatan Kaliwates, dia merasa memiliki tanggung jawab besar untuk terus memperbarui pengetahuannya, terutama dalam bidang pengasuhan anak.
Program SOTH yang diselenggarakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga (DP3AKB) bekerja sama dengan Forum Pembaruan Nusantara (FPK) memang dirancang untuk memberikan edukasi tentang pengasuhan anak dan pencegahan stunting.
Mayoritas pesertanya adalah perempuan muda atau yang baru menikah. Namun, hal tersebut tidak menyurutkan semangat Bu Tipah untuk bergabung.
“Meskipun anak-anak saya sudah dewasa semua, ilmu parenting tetap penting bagi saya. Kegiatan di Posyandu sangat berkaitan dengan materi yang diajarkan di SOTH,” jelasnya.
Pola Asuh Pengaruhi Kesehatan dan Perkembangan Mental Anak
Kisah Bu Tipah semakin menarik ketika terungkap bahwa dia juga aktif mengasuh empat cucunya yang berusia 10 tahun, 7 tahun, 5 tahun, dan yang termuda baru berumur 5 bulan.
Pengalaman mengasuh anak memang sudah dimilikinya, namun dia mengakui bahwa ilmu parenting modern yang dipelajarinya di SOTH memberikan perspektif baru.
“Dulu saya mengasuh anak berdasarkan naluri dan tradisi saja. Sekarang saya tahu cara menangani balita yang tantrum atau bayi yang rewel dengan metode yang lebih tepat. Setiap usia anak punya penanganan berbeda, dan itu sangat membantu saya dalam mengasuh cucu-cucu,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Bu Tipah menekankan bahwa ilmu parenting tidak hanya penting bagi orang tua muda, tetapi juga kakek-nenek bahkan remaja. Menurut dia, kesehatan dan perkembangan mental anak sangat ditentukan oleh pola asuh yang diterapkan.
“Untuk bisa memperhatikan tumbuh kembang anak dengan baik, kita butuh ilmu yang tepat,” tegasnya.
Di balik kisah inspiratifnya, Bu Tipah juga menyuarakan keprihatinan tentang menurunnya minat masyarakat terhadap program edukasi parenting seperti SOTH dan Posyandu. Meski manfaatnya sangat besar, banyak orang tua yang enggan berpartisipasi dengan alasan kesibukan rumah tangga.
“Sebenarnya ini investasi jangka panjang untuk anak-anak kita. Sayang sekali banyak yang belum menyadari pentingnya ilmu parenting,” ujarnya.
Semangat Bu Tipah membuktikan bahwa belajar bisa dilakukan kapan saja tanpa batasan usia. Melalui dedikasi dan kegigihannya, nenek di Jember ini tidak hanya menginspirasi keluarganya tetapi juga seluruh masyarakat di sekitar untuk terus tumbuh dan berkembang, terlepas dari berapa angka yang tertera di kartu identitas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








