TUBAN, Tugujatim.id – Petani Tuban gagal panen dampak dari banjir di musim kemarau. Sejumlah desa di Kabupaten Tuban mengalami banjir akibat luapan Sungai Bengawan Solo. Air membanjiri sawah, jalan desa, hingga pekarangan warga sejak Rabu (15/5/2025).
Bencana ini membuat petani yang semula berharap panen raya justru harus menelan kenyataan pahit, pasalnya tanaman padi terendam, sebagian bahkan dipastikan gagal panen. Padahal, menurut prakiraan BMKG, kawasan Tuban sudah memasuki awal musim kemarau.
“Sebetulnya jalan masih bisa dilewati, tapi sawah petani banyak yang tenggelam. Kasihan, musim panen malah datang air,” tutur Ahmad Isful Fuadi, Relawan Tagana yang juga warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban, Minggu (18/05/2025).
Fuadi menyebut luapan terparah terjadi di dua hari terakhir, menggenangi sebagian besar lahan pertanian di Desa Tambakrejo, Kanorejo, Karangtinoto, Ngadirejo, Bulurejo, dan Rengel. Beberapa desa lain seperti Sumberejo, Campurejo, Banjararum, hingga Prambonwetan juga terkena dampaknya.

“Yang paling parah itu Desa Kanorejo dan Tambakrejo. Sawahnya persis di pinggir Bengawan Solo. Air langsung naik dan menggenangi tanaman yang sebenarnya sudah siap panen,” imbuhnya.
Di Desa Rengel sendiri, luapan air tidak sampai masuk ke pemukiman warga. Namun, ladang-ladang di bantaran sungai tidak luput dari terjangan air. Kondisi ini diperparah karena padi yang terendam sudah berumur cukup matang, sehingga risiko kerusakan jauh lebih besar.
Banjir ini bukan kali pertama terjadi di Tuban. Namun yang membuat warga terkejut, air datang di luar dugaan—di saat curah hujan nyaris tak turun lagi. Banyak petani merasa kecolongan karena sebelumnya tidak ada tanda-tanda cuaca ekstrem.

Sejumlah warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan, baik dengan bantuan bibit baru maupun upaya normalisasi sungai agar kejadian serupa tak terulang.
“Petani perlu pendampingan, bukan cuma pas panen, tapi juga saat bencana kayak gini,” kata Fuadi menutup percakapan.
Sebelumnya, menjelang bulan suci Ramadan 1446 H/2025 banjir juga merendam lahan pertanian hingga rumah warga. Akibatnya, mereka terpaksa menjalani puasa ditengah genangan air yabg merendam beberapa hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko







