JEMBER, Tugujatim.id – Pelaksanaan program Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan (Bunga Desa Ku), perjalanan Bupati Jember Muhammad Fawait atau Gus Fawait seketika terhenti saat dirinya mengingat ada yang terlewatkan.
Usai meninjau langsung tim Unit Reaksi Cepat (URC) perbaikan jalan menuju tempat Kantor Induk Kebun Zeelandia, dia baru tersadar harus menuju ke salah satu rumah warga di desa yang memiliki usaha dan potensial merambah pasar nasional bahkan internasional.
Baca Juga: Perdana “Bunga Desa Ku”, Gus Fawait Ketemu Emak-Emak di Kecamatan Tanggul, Boyong 53 Program
Sempitnya medan jalan untuk memutar balik kendaraan dinas roda empatnya, Gus Fawait memutuskan naik motor dan bertemu langsung sosok intrepreneur desa yang mempekerjakan orang-orang di sekitarnya itu.
Ketemu Pengusaha Bertaraf Internasional
Meski tengah memakai sarung, tidak menjadi penghambat bupati Jember periode 2025-2030 itu untuk menaiki motor trail yang didominasi warna putih. Sesuai standar berkendara, dia juga mengenakan helm putihnya.
“Sudah sampai ke atas, tapi jauh-jauh sampai sini karena saya baru tahu ternyata di Desa Kramat yang notabene desa pegunungan di daerah terpencil, ternyata ada kegiatan ekonomi yang bagus, yaitu pembuatan kasur atau springbed,” ujar Bupati Gus Fawait pada Jumat (23/05/2025).
Menurut dia, keberadaan usaha mikro itu dinilai sangat penting untuk terus dikembangkan dan bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Melihat, di desa-desa menjadi penyumbang angka kemiskinan dan pengangguran terbesar di Kabupaten Jember.
“Mengacu pada data BPS, kemiskinan itu paling banyak di desa dan pengangguran paling banyak di desa, kalau kegiatan ekonomi ini semakin banyak di desa, ini akan membuat pertumbuhan desa semakin bagus,” ujarnya.
Baca Juga: TMMD Ke-124 Jember: Budi Daya Ikan Lele Jadi Upaya Pemenuhan Gizi Anak Entaskan Stunting
Selain membuka lapangan pekerjaan, keberadaan usaha-usaha yang berada di desa-desa dapat mengurangi angka kemiskinan. Sehingga, kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Jember dapat ditekan.
“Meskipun kita tidak bisa membantu banyak, tapi tadi kami sudah bantu terkait pengurusan masalah hak paten atau merk. Kalau nanti ini menjadi industri yang besar, akan merepotkan tidak segera diurus,” pungkas Gus Fawait. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








