JEMBER, Tugujatim.id – Inovasi pemberdayaan masyarakat melalui budi daya ikan lele dalam program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-124 di Kabupaten Jember berorientasi pada pemecahan masalah jangka panjang.
Pemberian bantuan kolam hingga bibit ikan lele secara tidak langsung dapat meningkatkan ekonomi dan pemenuhan nilai gizi pada anak. Budi daya ikan lele ini dapat menekan angka stunting di Desa Plalangan, Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember.
Strategi Pencegahan Stunting Berbasis Protein Hewani
Desa Plalangan menjadi salah satu lokus implementasi program inovatif yang mengintegrasikan pemberdayaan ekonomi dengan upaya peningkatan status gizi masyarakat. Melalui pendistribusian paket budi daya ikan lele, program ini menargetkan keluarga-keluarga rentan dengan fokus utama pada pemenuhan asupan protein untuk anak-anak dalam masa pertumbuhan kritis.
Baca Juga: Bantuan Kolam Ikan TMMD Ke-124 Jember, Tingkatkan Ekonomi Warga Plalangan
Siti Rokayah, salah satu penerima bantuan dari Dusun Kerajaan, mengekspresikan optimisme tinggi terhadap program pemberdayaan ini. Sebagai ibu rumah tangga yang menggantungkan hidup pada pekerjaan informal suami, dia melihat peluang besar dari kegiatan budi daya yang diterimanya.
“Dengan adanya bantuan ini, kami optimistis dapat meningkatkan kualitas konsumsi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi baru,” ungkap Rokayah kepada Tugujatim.id pada Jumat (23/05/2025).
Dual Benefit: Ekonomi dan Nutrisi Keluarga
Konsep pemberdayaan yang diterapkan mengusung prinsip keberlanjutan dengan memberikan manfaat ganda bagi penerima. Hasil budi daya ikan lele tidak hanya diarahkan untuk konsumsi keluarga guna memenuhi kebutuhan protein harian, namun juga dapat menjadi sumber pendapatan alternatif melalui penjualan surplus produksi.
Paket bantuan yang didistribusikan mencakup ekosistem budi daya lengkap berupa wadah terpal berkualitas, benih ikan unggul, pakan khusus, serta perangkat pendukung operasional lainnya.
Kelengkapan fasilitas ini memungkinkan penerima untuk memulai kegiatan budi daya tanpa investasi awal yang memberatkan.
Targeting Keluarga Berisiko Stunting
Umar, koordinator lapangan dari dinas perikanan setempat, menjelaskan, seleksi penerima bantuan dilakukan dengan kriteria spesifik. Program ini memprioritaskan keluarga dengan tingkat ekonomi terbatas yang memiliki anak balita, mengingat periode ini merupakan masa krusial untuk pembentukan fondasi kesehatan jangka panjang.
“Pendekatan kami sangat strategis dalam memilih target. Keluarga-keluarga dengan balita menjadi prioritas utama karena asupan protein hewani dari ikan lele dapat berkontribusi signifikan terhadap pencegahan stunting,” papar Umar.
Dampak Jangka Panjang Pencegahan Stunting
Program TMMD ke-124 dengan fokus budi daya lele ini mencerminkan pendekatan holistik dalam menangani permasalahan stunting di tingkat grassroot. Dengan menyediakan akses terhadap sumber protein hewani yang mudah diproduksi dan terjangkau, program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Jember.
Baca Juga: Pembangunan RTLH TMMD Jember, Rumah Guru TK Hampir Rampung, Ini Testimoninya
Keberhasilan implementasi di Desa Plalangan berpotensi menjadi model replikasi untuk wilayah-wilayah lain dengan karakteristik demografis dan geografis yang serupa. Integrasi antara pemberdayaan ekonomi dan intervensi gizi ini menunjukkan bahwa pencegahan stunting dapat dilakukan melalui pendekatan yang berkelanjutan dan memberdayakan masyarakat.
Siti Rokayah sebagai representasi penerima manfaat mengungkapkan harapannya agar program serupa dapat diperluas jangkauannya, sehingga lebih banyak keluarga yang dapat merasakan dampak positif dari inisiatif pemberdayaan berbasis nutrisi ini. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








