MOJOKERTO, Tugujatim.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mengajak seluruh pihak memberi perhatian terhadap tingginya kasus kekerasan terhadap anak, baik fisik maupun seksual.
“Angka kekerasan seksual terhadap anak di Mojokerto masih terbilang tinggi dan perlu mendapat perhatian serius. Jadi kegiatan ini kami harapkan menjadi ruang komunikasi antara masyarakat dengan aparat serta pihak-pihak lainnya agar anak-anak mendapat ruang yang nyaman, sesuai harapan kami agar Mojokerto menjadi kabupaten layak anak,” ungkap Sumardi, Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, dalam sarasehan Upaya Pencegahan Kekekersan Fisik dan Seksual Terhadap Anak di Mojokerto, Minggu (25/05/2025).
Sumardi melanjutkan, selain mengajak untuk waspada akan kekerasan tersebut, terdapat pula modus-modus yang dilancarkan oleh pelaku kekerasan terhadap anak.
“Macam-macam (modusnya). Itu dijelaskan oleh pihak aparat, intinya kami mengajak masyarakat agar sama-sama waspada demi masa depan anak-anak,” tandasnya.
Terpisah, Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Mojokerto Iptu Ahmad Muthoin mengatakan bahwa pihaknya mendeteksi kejahatan siber yang bertujuan melakukan kekerasan seksual. Modusnya, pelaku mengirim link video yang ternyata mengarah pada aktivitas video call seks.
BACA JUGA: Ratusan Atlet Taekwondo Ikuti Ujian Kenaikan Tingkat di Unim Mojokerto
“Kami mengimbau masyarakat, seringkali kami menerima laporan. Modusnya itu ada link video yang ternyata mengarah pada video call seks. Bila diklik, itu langsung terekam. Jadi mohon tidak asal klik link-link yang mencurigakan,” tutur Muthoin.
Dari laporan yang masuk, tambah Muthoin, sering kali link video yang disebar pelaku tersebut adalah link live TikTok.
“Bila sudah terekam, pelaku menjadikan video yang terekam itu untuk memeras korban, hingga uangnya habis. Pokoknya untuk tujuan yang merugikan korban baik fisik, mental dan lain-lain. Jadi kami imbau waspada akan link-link mencurigakan,” tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








