JEMBER, Tugujatim.id – Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku sekolah dasar (SD) di Kecamatan Kalisat, Kabupaten Jember, mengalami kasus kekerasan. Kasus yang menimpa bocah SD di Jember ini mencuat dan ramai jadi pembicaraan netizen di berbagai platform media sosial.
Melalui dua video berdurasi 8 dan 19 detik menunjukkan kondisi fisik akibat kekerasan yang dialami bocah SD di Jember itu. Beberapa orang di sekitar korban sesekali miris melihat dan menanyakan kondisi korban.
Nasib nahas itu menimpa ZN yang mengalami kekerasan berupa luka bakar pada beberapa bagian tubuh. Terutama pada bagian kulit sekitar kaki yang melepuh, diduga karena siraman kuah bakso panas. Diduga, perbuatan keji itu dilakukan tantenya korban.
Baca Juga: DPRD Jatim: Waspada Modus Kekerasan Terhadap Anak
Menurut keterangan warga sekitar tempat tinggal korban dan tantenya, Azizah menjelaskan bahwa korban ZN selama ini tinggal bersama tante dan suaminya, beserta nenek korban. Sedangkan kedua orang tua korban mengadu nasib di Pulau Kalimantan.
“Orang tuanya ada di Kalimantan. Bapak dan ibu korban itu bekerja di Kalimantan sehingga anak ini dititipkan ke tantenya si pelaku,” ujar Azizah saat dikonfirmasi pada Senin (26/05/2025).
Orang Tua Korban Tidak Percaya Anak Jadi Korban Kekerasan
Bahkan, kekerasan itu telah berlangsung saat itu saja, melainkan sudah sejak lama. Korban sering mendapatkan kekerasan usai menerima pemberian dari seseorang. Selain itu, korban kerap dinilai nakal dan suka berbohong.
“Korban ini tidak sekali dua kali disiksa, dengan alasan, korban nakal dan suka berbohong. Pernah wajah korban ini memar biru di sekitar mata. Kalau cuma cubit itu sudah sering, apa lagi kalau korban ketahuan dikasih uang atau makanan sama orang, pasti dia itu dijambak-jambak sama pelaku,” jelas Azizah.
Dia juga mengaku, sejak lama warga di sekitar korban sudah sering melapor ke orang tua korban di Kalimantan. Kendati demikian, kedua orang tua korban tidak percaya, lantaran kesaksian itu tidak berasal dari anaknya.

“Tentang korban ini sebenarnya sudah beberapa kali melaporkan ke orang tua korban, tapi kedua orang tuanya korban ini tidak percaya karena menyangka anaknya baik-baik saja. Karena anaknya juga tidak ngomong apa-apa,” imbuhnya.
Selain itu, beberapa orang dan guru korban juga sempat melaporkan kejadian itu kepada polsek setempat. Lantaran tidak menuai respons, korban beserta guru melaporkan ke Polres Jember.
“Kemarin sempat, warga melaporkan ke polsek juga, tapi tidak ada respons. Akhirnya guru-gurunya itu melapor polres,” tandas Azizah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








