TUBAN, Tugujatim.id – Sebanyak 1.256 jemaah haji asal Kabupaten Tuban, Jawa Timur, telah berada di Kota Makkah sejak akhir Mei 2025. Kini jemaah haji Tuban tengah bersiap menghadapi puncak ibadah.
Jemaah haji Tuban dijadwalkan bergerak menuju Arafah pada Rabu, 4 Juni 2025 (8 Zulhijjah 1446 H), mengikuti prosesi wukuf sebagai inti dari rangkaian ibadah haji.
Plt Kasi Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag Tuban M. Ansori mengungkapkan, seluruh jemaah haji Tuban tergabung dalam gelombang kedua sehingga mereka langsung menuju Makkah tanpa transit di Madinah.
Baca Juga: Penuhi Syarat, Kloter Akhir Jemaah Haji Mojokerto Diisi Tujuh Orang
Menurut dia, kondisi fisik para jemaah haji Tuban masih terpantau baik. Namun, saat ini mereka diminta lebih banyak beristirahat untuk menghemat tenaga.
“Karena kami masuk gelombang kedua, jemaah dari Tuban langsung ke Makkah. Saat ini mereka mulai bersiap menghadapi armuzna (Arafah, Muzdalifah, Mina). Kami imbau agar tidak terlalu sering keluar hotel, fokus menjaga stamina,” jelas Ansori, Senin (02/06/2025).
Bagi jemaah haji Tuban, masa tenang ini menjadi waktu penting untuk memperdalam niat dan kesiapan hati. Ansori memastikan, pembimbing ibadah dari kloter Tuban terus memotivasi dan mengarahkan agar wukuf di Arafah bisa dijalani dengan khusyuk.
“Alhamdulillah, jemaah Tuban dalam keadaan sehat. Semoga mereka semua bisa menjalani puncak haji dengan lancar dan kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur,” ujarnya.
Layanan Bus Sementara Dihentikan
Armuzna merupakan fase krusial dalam pelaksanaan ibadah haji. Selama fase ini, jemaah akan menjalani perjalanan spiritual intensif di tiga lokasi utama, dimulai dengan wukuf di Padang Arafah. Untuk mengantisipasi kelelahan dan cuaca ekstrem, pihak penyelenggara haji telah mengambil sejumlah langkah.
Salah satunya adalah menghentikan sementara operasional Bus Shalawat mulai hari ini hingga 10 Juni mendatang. Bus ini akan kembali aktif pada 14 Zulhijjah pukul 00.00 WAS guna memastikan fokus dan keamanan jemaah selama masa puncak haji.
“Layanan bus dihentikan sementara agar jemaah tidak banyak beraktivitas di luar hotel. Lebih baik beribadah dari kamar saja dan menjaga tubuh tetap bugar,” kata Sekjen Kemenag RI, Kamaruddin Amin, di Makkah, dikutip dari Website resmi Kemenag RI
Selain transportasi, layanan katering juga mengalami penyesuaian. Mulai 3 Juni 2025, jemaah mendapatkan makanan siap saji yang dikemas khusus dan bisa dikonsumsi langsung. Menu ini dibagikan untuk memenuhi kebutuhan selama masa wukuf hingga kembali ke Mina.
“Makanan siap saji ini dipilih karena praktis, aman, dan tetap memenuhi nilai gizi yang diperlukan selama ibadah. Nasi bisa direndam air sebentar sebelum disantap. Tapi harus langsung habis setelah dibuka,” ujar Kamaruddin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








