MOJOKERTO, Tugujatim.id – Nasib buruh pabrik PT Pakerin Mojokerto (Pabrik Kertas Indonesia) tidak jua stabil. Gaji bulan Mei 2025 belum juga dibayar oleh Pihak Perusahaan, selain Tunjangan Hari Raya (THR) tahun ini yang juga belum diterima oleh ara buruh sepenuhnya.
“Ini sudah awal bulan belum ada tanda-tanda gaji masuk. THR juga pas pertama itu dibayar 10% saja, lalu bulan April 2025 kemarin dicicil lagi tapi tidak lunas, belum kami terima selayaknya,” ungkap salah satu buruh, Wiyoto, Selasa (03/06/2025).
Wiyoto yang telah bekerja di pabrik produsen kertas industri sejak 1990 silam ini beranggapan bahwa konflik internal perusahaan menjadi penyebab utama nasib karyawan suram.
“Sebelumnya juga ada pandemi (Covid-19). Setelah pandemi reda itu sebenarnya kondisi pabrik agak stabil, lalu muncul lagi konfliknya,” tandasnya.
Terpisah, buruh lainnya yakni Trio Budi mengatakan bahwa sejatinya karyawan PT Pakerin telah menggeruduk kantor pusat PT Pakerin di Surabaya serta Bank Prima, Senin (02/06/2025) kemarin. Aksi ini ditempuh buruh untuk menagih hak mereka yang belum juga dipenuhi oleh pihak perusahaan.
“Kami menuntut hak kami, setelah kami memberikan kewajiban sebagai karyawan. Konflik yang ada itu menjadi sebab nasib kami seperti ini, karyawan yang jadi korban,” tuturnya.
Tak hanya itu, isu pemutusan hubungan kerja turut berhembus ditengah kondisi perusahaan yang masih belum terang. “Harapan kami nasib karyawan ini diperhatikan betul oleh perusahaan. Jangan kaitkan masa depan karyawan dengan konflik yang ada,” harap Trio.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








