TUBAN, Tugujatim.id – Hujan yang mengguyur wilayah Tuban dari Minggu malam (08/06/2025) hingga Senin pagi (09/06/2025) membuat banyak warga bertanya-tanya. Pasalnya, menurut penanggalan musim, seharusnya sudah masuk musim kemarau di Tuban. Namun, langit justru masih rajin menumpahkan air.
Fenomena ini bukan sekadar anomali kecil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda menyebut bahwa wilayah Jawa Timur memang mengalami pergeseran musim. Cuaca basah diprediksi masih akan terus berlanjut beberapa hari ke depan, bahkan disertai petir dan angin kencang.
Baca Juga: Warga Tuban Diminta Mulai Siaga Musim Kemarau
“Secara umum, wilayah Jawa Timur masih berpotensi mengalami hujan disertai petir dan angin kencang,” demikian peringatan dini yang diunggah BMKG Juanda.
Tidak hanya hujan malam, pagi hari pun masih diwarnai langit mendung dan gerimis yang tidak menentu. Meski intensitas curah hujan tergolong ringan, antara 0,1–0,3 mm per jam, durasinya cukup panjang dan bisa berdampak pada aktivitas warga, terutama yang menggantungkan hidup di luar ruangan.
Suhu udara terpantau berkisar 14-31 derajat Celsius dengan kelembapan yang cukup tinggi, yakni mencapai 100 persen pada waktu tertentu. Angin juga bertiup cukup kencang dari tenggara menuju selatan, menyentuh kecepatan 29 km per jam.
Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
BMKG memprediksi bahwa fenomena ini bisa terjadi hingga beberapa hari ke depan. Dalam prospek mingguan periode 6–12 Juni 2025, wilayah timur Indonesia, termasuk Jawa Timur, Nusa Tenggara, Maluku, hingga Papua masih rentan diguyur hujan intensitas sedang hingga lebat. Sementara sebagian wilayah barat dan selatan mulai mengalami transisi menuju kemarau.
BMKG mengimbau masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan perubahan cuaca ekstrem. Petir, angin kencang, hingga hujan mendadak bisa saja muncul, terutama di daerah pesisir atau dataran tinggi.
“Warga diminta rutin memantau perkembangan prakiraan cuaca lewat kanal resmi BMKG seperti aplikasi Info BMKG, website resmi, maupun media sosial,” imbaunya.
Meski tidak separah musim hujan, potensi bahaya tetap perlu diwaspadai, seperti genangan air di jalan, pohon tumbang, atau gangguan aktivitas harian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








