TUBAN, Tugujatim.id – Warga Tuban diminta mulai Siaga Musim Kemarau. Karena musim kemarau diprediksi akan menyapa Kabupaten Tuban mulai pertengahan April hingga awal Mei 2025. Puncaknya? Diperkirakan akan datang pada Agustus, membawa potensi kekeringan yang harus diantisipasi sejak dini, terutama di wilayah-wilayah yang selama ini rawan mengalami krisis air.
“Awal musim kemarau ditandai dengan curah hujan kurang dari 50 milimeter dalam satu dasarian dan diikuti dua dasarian kering berikutnya,” tulis dalam postingan resmi BMKG Tuban.
Kecamatan di bagian barat Tuban seperti Bancar, Jatirogo, Kenduruan, dan Tambakboyo diprediksi akan menjadi yang pertama kali merasakan pergeseran musim, tepatnya pada dasarian kedua April—yakni periode 10 hari pertengahan bulan ini.
Sementara itu, sejumlah kecamatan lain akan menyusul tak lama kemudian. Di dasarian ketiga April, giliran Bangilan, Grabagan, Jenu, Merakurak, Montong, Semanding, Singgahan, Tuban, Palang, Plumpang, Rengel, hingga Widang yang akan masuk masa kering.
Untuk wilayah Parengan, Senori, dan Soko, kami perkirakan baru memasuki kemarau pada dasarian pertama Mei.
Dengan sebaran yang cukup merata di hampir seluruh kecamatan, potensi kekeringan pun menjadi isu serius yang harus ditanggapi secara kolektif.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pun tak tinggal diam. Imbauan disampaikan kepada masyarakat agar mulai berhemat air dan menjaga kelestarian lingkungan sekitar.
Simpan air sejak sekarang, dan jangan buang air sembarangan. Musim kemarau bisa berdampak besar, apalagi bila disertai cuaca ekstrem.
BACA JUGA: Tuban Panen Raya, Wabup Dorong Pertanian Bengawan Solo Jadi Motor Swasembada
Kekeringan bukan hanya soal debit air yang menipis. Dalam beberapa tahun terakhir, dampaknya juga terasa pada sektor pertanian, ketersediaan air bersih, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG juga mengingatkan bahwa cuaca di masa peralihan bisa sangat dinamis dan sulit ditebak. Tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem.
Angin kencang, suhu tinggi, bahkan hujan lokal yang bisa datang tiba-tiba tetap mungkin terjadi dalam masa transisi ini. Bagi warga yang tinggal di daerah perbukitan, lereng, atau wilayah dengan akses air terbatas, siaga lebih awal bisa menjadi langkah bijak.
Musim kemarau memang tidak bisa dihindari, tetapi kesiapan adalah kunci untuk menghadapinya tanpa kepanikan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








