TUBAN, Tugujatim.id – Terungkapnya grup media sosial ‘Gay Tuban’ yang diduga menjadi tempat berbagi konten menyimpang dan hubungan sesama jenis menuai reaksi keras dari organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Tuban.
Dua ormas besar, Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) dan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor (PC GP Ansor) menyatakan sikap tegas, sekaligus menggarisbawahi pentingnya langkah edukatif dan preventif di masyarakat.
Ketua PDPM Tuban, M. Amin Yusron, menegaskan bahwa fenomena LGBT yang mencuat dari keberadaan grup tersebut merupakan bentuk penyimpangan yang bertentangan dengan nilai-nilai agama, akhlak, dan norma sosial.
“Dalam kacamata Islam, perilaku LGBT adalah dosa besar sebagaimana disebut dalam hadis dan kisah kaum Nabi Luth. Ini adalah perbuatan munkar yang harus dicegah dan diluruskan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Amin menyebut bahwa dalam perspektif filsafat moral deontologis, segala tindakan manusia diukur berdasarkan nilai baik dan buruk secara universal.

Menurutnya, LGBT tidak memenuhi standar etika, estetika, maupun norma, sehingga harus dipandang sebagai penyimpangan moral yang harus dibina, bukan dibenci.
Yusron juga mengutip pandangan Majelis Tarjih Muhammadiyah yang menilai perilaku LGBT sebagai perbuatan haram, namun tetap menyerukan pendekatan dakwah, binaan, dan tindakan preventif kepada para pelaku.
Menurutnya, LDK Muhammadiyah memiliki tugas utama untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar, termasuk dalam merespons kasus ini.
BACA JUGA: Grup Gay Tuban Aktif selama 15 Tahunan, Anggota Lebih dari 1.000 Orang
“Mereka jangan dijauhi. Justru harus dibina dengan pendekatan kemanusiaan dan nilai-nilai Islam. Karena selain menyimpang, LGBT juga bisa menular jika tidak ditangani dengan benar,” imbuhnya.
Di sisi lain, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Tuban, H. Abdul Muiz, menyatakan apresiasinya atas gerak cepat dan ketegasan Polres Tuban dalam membongkar jaringan grup Facebook menyimpang tersebut. Ia menyebut, kolaborasi masyarakat dan aparat sangat dibutuhkan dalam menjaga moral publik.
“Kami mengapresiasi langkah cepat kepolisian. Ini bukti bahwa aparat hadir menjaga generasi muda dari pengaruh perilaku menyimpang,” katanya, Rabu (18/6/2025).

GP Ansor Tuban menyatakan kesiapannya untuk menggelar edukasi bahaya LGBT ke berbagai lapisan masyarakat, khususnya di sekolah, pesantren, dan lingkungan komunitas. Edukasi akan dilakukan dengan pendekatan keislaman yang ramah namun tegas terhadap nilai-nilai moral.
BACA JUGA: Fenomena ‘Gay Tuban’ di Medsos: Sudut Pandang Islam Buat Kita Semua
Tak hanya itu, Badan Siber GP Ansor Tuban juga akan memperkuat patroli digital untuk memantau aktivitas mencurigakan di media sosial. Tujuannya, mencegah penyebaran konten yang berpotensi merusak moral, terutama di kalangan remaja.
“Kami tidak akan tinggal diam. Dunia digital harus dijaga. Kami akan intensifkan patroli online dan jika perlu kami laporkan,” tandas Muiz.
Kedua organisasi ini juga membuka ruang kerja sama dengan pemerintah, sekolah, dan tokoh agama untuk menciptakan ekosistem sosial yang sehat dan religius. Baik PDPM maupun GP Ansor sepakat bahwa fenomena ini bukan hanya persoalan hukum, tapi juga tantangan sosial, psikologis, dan spiritual.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








