SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah derap teknologi dan ekonomi digital yang kian mendominasi, CEO Radya Labs dan Founder Alkademi sekaligus kandidat calon Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2025-2029 Puja Pramudya membawa semangat baru mempertemukan ilmu, jejaring alumni, dan potensi daerah menjadi satu kekuatan kolektif untuk Indonesia.
Dalam sebuah obrolan hangat dengan Tugu Jatim, Puja Pramudya tidak hanya bicara soal gagasan besar, tapi juga hal-hal kecil yang punya daya ubah luar biasa. Salah satunya, untuk Provinsi Jawa Timur.
“Malang itu pusatnya digital talent, kalau tidak salah nomor 4 atau nomor 5 di Indonesia. Nantinya bisa saja menjadi yang terbesar di Indonesia. Bahkan, Surabaya dan Malang ini merupakan pusat talenta juga digital di luar Jakarta, Bandung, dan Jogja. Ibaratnya sudah sejajar dengan ketiga daerah itu,” kata Puja Pramudya pada Jumat (20/06/2025).
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Generasi: Puja Pramudya Siap Bawa Napas Baru Ikatan Alumni ITB
Tidak sekadar pengamatan, Puja membawa niat kolaboratif. Dia ingin merintis kembali sinergi alumni ITB yang ada di Bumi Majapahit ini dengan Pemprov Jawa Timur, khususnya dalam pengembangan talenta dan ekonomi digital.
“Dulu pernah ada program pelatihan bersama seribu startup. Sudah ada koridor digital. Nah, itu ke depan kami akan coba aktifkan lagi,” ucap alumnus ITB jurusan Informatika, angkatan 2006, itu.

Puja juga menyebut bahwa Jawa Timur punya kekuatan khas yakni maritim, perdagangan, hingga pariwisata.
“Banyuwangi, Malang, dan lain-lainnya, itu ladang potensi. Apa yang bisa alumni bantu? Pasti ada, karena kita ini kumpulan orang-orang yang terdidik dan menguasai teknologi,” terangnya.
Dia juga membuka kemungkinan untuk bersilaturahmi dengan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atau Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak.
“Kalau sudah terpilih, koordinasi itu jadi wajib. Mungkin ke depan akan diinisiasi oleh IA ITB Jatim,” ujar pria yang sengaja meluangkan waktunya beberapa hari ini bersilaturahmi dengan alumni ITB yang tinggal di Jawa Timur.
Kolaborasi: Dari Kajian hingga Perusahaan
Bagi Puja, ke depan peran alumni ITB tidak cukup hanya berkutat pada nostalgia atau reuni. Dia melihatnya sebagai mesin perubahan.

“Paling sederhana, alumni bisa berbagi kajian. Kalau bisa lebih, ya kita bantu dana, bangun entitas, bikin riset bersama. Mulai dari kecil, kayak snowball. Lama-lama efeknya bisa besar,” ungkapnya sembari tersenyum.
Membangun Koneksi Emosional lewat Kakak NIM
Namun, tak hanya agenda besar yang membuat Puja bersinar. Dia juga membawa ide sederhana tapi sangat relevan bagi mahasiswa dan alumni, program Kakak NIM. Program ini bertujuan menjembatani mahasiswa baru ITB dengan alumni senior berdasarkan nomor induk mahasiswa (NIM).
“Misalnya, NIM saya kan 135-06-058. Di atas saya pasti ada 135-05-058. Nah, dialah yang harus ngemong adiknya. Saling bantu. Saling jaga. Supaya yang kuliah dari daerah gak merasa sendirian,” terangnya.
Dalam versi lembutnya, dia menyebut konsep ini sebagai bagian dari program ATM (Alumni Teman Mahasiswa).
“Satu kakak bisa jadi satu teman yang bikin bertahan di perantauan. Yang penting ada kawan. Mungkin kalau di kampus ITB itu ada tugu di tengah, tulisannya Sekali Kawan, Tetap Kawan. Itu bukan slogan, itu budaya,” ucapnya sembari mengenang masa kuliahnya.

Puja pun berharap, lewat sinergi dengan pemerintah daerah maupun provinsi, gerakan alumni ITB bisa menjadi motor perubahan. Baik dalam skala mikro seperti mendampingi mahasiswa, maupun dalam bentuk makro seperti membangun ekosistem digital daerah.
Ke depan, di tangan Puja, konsep alumni bukan lagi soal selebrasi masa lalu, tapi tentang kontribusi untuk masa depan.
Dia tidak hanya ingin menghidupkan jaringan, tapi menggerakkannya. Dan dari hal sederhana, seperti program Kakak NIM, hingga proyek besar seperti koridor digital, satu hal yang pasti yang akan dimulai dari sekarang.
“Mulai dari yang kecil. Tapi jangan berhenti. Karena kalau digulirkan terus, perubahan itu bisa jadi bola salju,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








