SURABAYA, Tugujatim.id – Di tengah gegap gempita pemilihan Ketua Umum Ikatan Alumni ITB (Institut Teknologi Bandung) atau IA ITB periode 2025-2029, sosok Puja Pramudya mencuri perhatian dengan semangat dan visinya yang membidik masa depan.Bukan sekadar alumni, Puja sekaligus dosen, praktisi informatika, dan penggerak komunitas yang melihat langsung keresahan generasi muda terhadap peran Ikatan Alumni (IA) ITB saat ini.
“Ada keresahan dari alumni muda, terutama saat mencari kerja. Mereka merasa IA ITB kurang relevan atau belum menyentuh kebutuhan mereka,” kata Puja saat ditemui Tugu Jatim, di Surabaya, dalam rangkaian kunjungannya menyapa alumni daerah khususnya di Jawa Timur ini.

“Padahal IA ITB ini sudah menjangkau ribuan alumni. Hanya saja mungkin belum semua merasa tersentuh,” sambungnya.
Visi Berakar dari Dialog
Rasa prihatin atas polemik itu pun membuat kegelisahan tersendiri bagi Puja. Ia pun menggali lebih dalam, berdialog lintas generasi hingga menyimpulkan bahwa tantangan alumni ITB memang sangat beragam.
“Ada 170 ribu alumni dengan konteks yang berbeda-beda. Solusinya bukan seragam, tapi kolaboratif,” ucap dengan penuh semangat.

Dari situlah visi yang akan diusungnya yakni “IA ITB Kolaboratif dan Bermanfaat” lahir. Tak hanya janji kosong, Puja sudah menyusun kerangka kerja konkret yang dibingkai dalam tiga agenda utama jika nantinya ia diberi mandat untuk menakhodai IA ITB, antara lain:
1. Konsolidasi dan Sosialisasi: Menghubungkan kembali simpul-simpul alumni di berbagai daerah dan jurusan.
2. Pelatihan AI dan Talenta Digital: Menjawab tantangan zaman dengan memberdayakan alumni melalui Danesa Pintar AI.
3. Pendirian Rumah IA TB: Fasilitas fisik di kota-kota strategis sebagai tempat bertemu, belajar, dan berkolaborasi.
“Kolaborasi itu perlu tempat. Rumah IA ITB ini diharapkan bisa menjadi ruang sinergi alumni, dari yang sekadar ngopi sampai bertukar gagasan membangun usaha,” ungkapnya.
IPK: Inovasi, Pendidikan, Karya
Puja membawa pendekatan yang menyeluruh lewat misi bertajuk IPK (Inovasi, Pendidikan, Karya).
• Inovasi: Mewujudkan koperasi alumni, inkubator teknologi, dan solusi deeptech.
• Pendidikan: Akses ilmu lintas generasi, kolaborasi lintas disiplin, hingga beasiswa.
• Karya: Menghilirisasi ide alumni jadi solusi nyata dan bisnis sosial berkelanjutan.
Tak hanya itu, untuk inisiatif seperti Labtek Ganeca dan Ruang Sinergi Ganeca juga menjadi proyeksi platform yang akan menghubungkan potensi alumni dengan peluang nyata.
Gerilya Ide ke Penjuru Negeri hingga Mancanegara
Tak hanya di Surabaya, Puja aktif bergerak melakukan kampanye ke berbagai kota di Indonesia seperti Bandung, Medan, Balikpapan, hingga Batam.
Bahkan alumni dari Qatar ikut menyatakan dukungan, meski secara daring. Semua ini dilakukan untuk membangun percakapan dua arah, menjaring aspirasi dan memperkuat jaring kolaborasi.

“Pemilu ini bukan soal siapa menang. Tapi soal bagaimana alumni bisa merasa memiliki dan didengar. Mau terpilih atau tidak, saya akan terus berkontribusi,” ungkap Puja Alumni Informatika ITB 2006 itu.
Membangun Masa Depan Lewat IA ITB
Puja percaya, IA TB bukan sekadar paguyuban nostalgia. Ia harus menjadi katalis perubahan, jembatan antar generasi, dan motor inovasi.
Kendati demikian, dengan spirit keterbukaan dan semangat kolaborasi lintas generasi, Puja pun mengajak semua alumni ITB untuk bukan hanya memilih, tapi ikut membangun IA ITB menjadi rumah bersama yang inovatif dan berdampak bagi Indonesia hingga dunia.
“Kalau IA ITB kolaboratif, semua bisa tumbuh bareng. Tidak ada alumni yang merasa ditinggal atau tidak terlibat,” pungkasnya.
Puja di Mata Alumni Senior
Di sisi lain, salah alumni ITB dari Jawa Timur, Nelson Sembiring, mendukung sepenuhnya dengan visi misi yang digagas oleh Puja untuk masa depan IA ITB. Ia pun percaya ditangan Puja, IA ITB mampu menjadi rumah kedua bagi semua lintas generasi.
“Kebetulan saya tertarik dengan visi dan misi dari Mas Puja ini, saya rasa IA ITB ini butuh sosok seperti mas Puja yang mau merangkul semua generasi alumni. Bahkan, (alumni) yang tua-tua seperti saya ini perlu belajar banyak dari pengalaman mas Puja ini,” tandas Nelson, yang pernah menjabat sebagai petinggi Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Jawa Timur periode 2011–2014 ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Layla Aini
Editor: Darmadi Sasongko








