BOJONEGORO, Tugujatim.id – Kabupaten Tuban kembali menunjukkan prestasi membanggakan dalam ajang tingkat provinsi. Kali ini, giliran dunia fashion yang jadi panggung kejayaan lewat gelar juara yang diraih dalam Lomba Fashion Show Bojonegoro Wastra Batik Festival 2025 di Alun-Alun Bojonegoro, Kamis (19/06/2025).
Adalah Kirani Aura Puspasari, 16, perwakilan Kabupaten Tuban, yang sukses mencuri perhatian dewan juri. Dengan mengenakan gaun bermotif batik Galaran Kembang Waluh rancangan desainer muda Talita Salsabila Maisaroh, Kirani tampil memukau membawakan busana bertema bahari berwarna biru laut.
Baca Juga: Songkok Batik Tuban Laris Manis saat Ramadan, Penjualan Naik 30 Persen
Gaun tersebut tidak hanya tampil elegan, tapi juga sarat makna. Sebab, gaun ini merepresentasikan keindahan laut Tuban serta karakter masyarakatnya yang kuat dan bersahaja.
“Alhamdulillah, ini luar biasa. Persiapannya cuma empat hari, tapi hasilnya melebihi ekspektasi,” ujar mentor sekaligus pembina Putra Putri Batik Tuban Tri Rahmat Subagio dengan mata berbinar usai acara.
Pria yang akrab disapa Gio ini menjelaskan, pemilihan dan penyempurnaan busana memerlukan kepekaan dan ketelitian tinggi.
“Finishing paling bikin deg-degan. Tapi justru di situ tantangannya,” tambahnya.

Tema “Sagari” yang diusung dalam desain bukan sekadar estetika. Gio menyebut, tema tersebut merupakan simbol dari kekayaan laut Tuban dan semangat masyarakatnya yang tidak lekang oleh waktu. Dia juga mengajak generasi muda untuk tidak ragu memakai batik dalam keseharian.
“Jangan kalah sama tren luar. Batik kita punya nilai dan cerita yang tidak tergantikan,” tegasnya.
Dukungan penuh datang dari Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kabupaten Tuban. Kabid Perindustrian Eryan Dewi Fatmawati mengaku bangga atas pencapaian tim Tuban.
“Kami percaya anak-anak ini punya potensi besar. Dan mereka membuktikannya,” ungkap Eryan haru.
Buka Peluang Pameran Batik Perajin Lokal
Tidak hanya berlaga di atas panggung, Kabupaten Tuban juga ikut meramaikan festival dengan membuka stan pameran batik karya perajin lokal dari Kerek, Jenu, dan Semanding. Antusiasme pengunjung pun tinggi.
“Produk-produk kami, mulai dari daster, kain batik, hingga baju siap pakai, kembali laris manis,” kata Eryan.
Tuban saat ini juga telah terdaftar dalam hak kekayaan intelektual indikasi geografis (HKI IG) untuk Tenun Batik Gedog—pengakuan tertinggi yang diakui secara internasional.
Dukungan pun mengalir dari Kementerian Perindustrian dan Kemenkumham Kanwil Jatim, menambah semangat para perajin lokal untuk terus berkarya dan menjaga warisan budaya. Dengan pencapaian ini, Tuban kembali menegaskan eksistensinya sebagai daerah yang kaya akan budaya sekaligus mampu bersaing secara kreatif di tingkat Jawa Timur.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








