• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Raperda DPRD.

Wakil Ketua DPRD Jember Widarto saat dikonfirmasi terkait dua raperda yang akan mengakomodasi pesantren dan pendidikan non formal. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Dua Raperda DPRD, Pesantren dan Pendidikan Non-Formal Jember Dapat Perhatian Khusus

Dwi Linda by Dwi Linda
12 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Dua rancangan peraturan daerah (raperda) yang tengah menjadi pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember akan fokus pada pesantren dan pendidikan non-formal.

Hal tersebut menjadi upaya menghadirkan regulasi pendidikan yang komprehensif yang tidak terbatas pada pendidikan formal. Wakil Ketua DPRD Jember Widarto menyampaikan, dua raperda tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Jember Muhammad Fawait.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

“Bupati mengingatkan bahwa di Jember tidak hanya ada pendidikan formal. Banyak juga pendidikan informal dan non-formal termasuk pondok pesantren,” ujar Widarto pada Senin (23/06/2025).

Baca Juga: Bupati Jember Sambut Baik Dua Usulan Raperda DPRD, Tekankan Pendidikan dan Wawasan Kebangsaan

Menurut dia, banyak pesantren besar di Jember tersebar di berbagai kecamatan. Pesantren tersebut menjadi pusat pendidikan ilmu agama dan perlu juga menanamkan nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan.

Setidaknya, dalam hal ini, Kabupaten Jember mengambil pendekatan berbeda dari daerah lain. Dua rperda yang dibahas meliputi pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan. Juga penyelenggaraan pendidikan secara menyeluruh.

Bupati mendukung penuh terhadap raperda ini. Dukungan itu disertai komitmen anggaran.

“Beliau siap dengan supporting dari APBD ke depan,” kata politikus dari Partai PDI Perjuangan itu.

Implementasi lewat Kegiatan Budaya Jember

Implementasi raperda akan diintegrasikan dengan kegiatan budaya Jember. Program seperti Jember Fashion Carnaval (JFC) bisa dimanfaatkan. Agenda budaya lainnya juga akan mendukung pendidikan wawasan kebangsaan.

Pendekatan ini menunjukkan pemahaman matang pemerintah. Pendidikan karakter tidak harus dilakukan secara kaku dengan mengintegrasikan dengan tradisi masyarakat lebih efektif. Ketepatan waktu menjadi tantangan utama implementasi raperda ini, melihat alokasi anggaran APBD 2026 bergantung pada pengesahan perda.

“Kalau perda disahkan sebelum pembahasan APBD 2026, perencanaan anggaran bisa dilakukan. Namun jika pengesahan terlambat, anggaran belum bisa dialokasikan. Sinergi dengan RPJMD,” jelas Widarto.

Pembahasan raperda sejalan dengan penyusunan RPJMD. Banyak masukan dari masyarakat menunjukkan antusiasme tinggi terhadap isu pendidikan.

“Kami akan desak kalau rekomendasi belum diperbaiki karena DPRD berkomitmen memastikan aspirasi masyarakat terakomodasi,” tegas Widarto.

Setidaknya, jika disahkan, kedua raperda berpotensi menjadi model bagi daerah lain. Pengakuan formal terhadap pesantren dan lembaga non-formal merupakan langkah progresif. Pendekatan yang mengintegrasikan budaya lokal menunjukkan pemahaman mendalam. Pendidikan karakter efektif harus berbasis kearifan dan potensi lokal.

Dengan dukungan anggaran yang dijanjikan, raperda diharapkan tidak hanya menjadi dokumen hukum. Lebih dari itu, raperda harus benar-benar implementatif dalam memperkuat ekosistem pendidikan Jember.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniDPRD Kabupaten JemberJemberKabupaten Jember hari iniRaperda DPRD Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Sewa kios Plasa Bangil.

Sewa Kios Plasa Bangil Nunggak Rp22 M, DPRD Desak Pemkab Pasuruan Ambil Langkah Tegas

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID