TUBAN, Tugujatim.id – Konferensi Kabupaten XXIII PGRI Tuban yang digelar Rabu (25/06/2025) menghasilkan keputusan penting. Melalui forum musyawarah yang diikuti 20 cabang dan satu cabang khusus dari Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow), Witono, kembali ditetapkan sebagai Ketua PGRI Kabupaten Tuban.
Uniknya, pemilihan ketua PGRI Tuban berlangsung secara aklamasi. Tidak ada kandidat lain yang diajukan. Semua peserta sepakat menunjuk Witono untuk kembali melanjutkan kepemimpinan.
Baca Juga: Batik Tenun Gedhog Tuban Resmi Jadi Kawasan Kekayaan Intelektual, Warisan Lokal Diakui Nasional
“Ini bentuk musyawarah mufakat yang kami jaga sesuai AD/ART organisasi,” ujar Witono saat ditemui usai konferensi, Jumat (27/06/2025).
Eks Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban ini mengaku, amanah yang diberikan kepadanya bukan tentang jabatan, tapi tentang kepercayaan.
“Mungkin karena selama ini pendekatan kami terasa. Kami jaga komunikasi dan sambung rasa dengan semua guru,” tambahnya.
Satu hal yang jadi fokus Witono sejak awal memimpin adalah mengubah kesan bahwa PGRI hanya milik guru SD atau birokrat. Pria yang juga pegiat budaya Jawa ini mulai melibatkan guru dari semua jenjang pendidikan, dari TK hingga SMA, madrasah, bahkan dosen di perguruan tinggi.
“Organisasi ini harus jadi rumah bersama. Semua guru harus merasa punya tempat dan peran,” tegasnya.
Witono menegaskan akan tetap menjalankan program unggulan Patrap Songo, yakni pembinaan guru secara berjenjang dan menyeluruh. Program ini mendorong guru agar terus berkembang sesuai zaman, tanpa meninggalkan nilai karakter.
“Iptek penting, tapi akhlak tetap utama. Guru harus jadi teladan, bukan sekadar pengajar,” ujarnya.
PGRI Tuban Selesaikan Persoalan Guru dengan Dinas Pendidikan
Selain itu, PGRI Tuban juga akan memperkuat kerja sama dengan dinas pendidikan dan aparat hukum dalam menyelesaikan persoalan guru, seperti kenaikan pangkat, pengembangan karir, hingga perlindungan hukum.
Menjawab tantangan zaman, PGRI Tuban akan memperkuat kehadirannya secara digital. Mulai dari KTA digital, pemanfaatan media sosial, hingga situs resmi organisasi akan diperkuat untuk mendukung transparansi dan pelayanan.
“Digitalisasi ini bukan hanya soal teknologi, tapi juga membangun reputasi PGRI sebagai organisasi yang terbuka dan profesional,” jelasnya.
Menutup pernyataannya, Witono mengajak seluruh guru di Tuban untuk mencintai profesi dan terus berkontribusi membangun peradaban.
“Didiklah anak sesuai zamannya. Jangan hanya mencetak anak yang cerdas, tapi juga yang berakhlak,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








