JEMBER, Tugujatim.id – Komunitas Marabaca Jember terus berupaya memasyarakatkan budaya membaca melalui kegiatan baca bersama di ruang-ruang publik, termasuk di Alun-Alun Jember yang baru direnovasi.
Diah Rizki, salah satu anggota komunitas Marabaca Jember, menjelaskan bahwa komunitas yang didirikan pada November 2023 ini memiliki agenda rutin berupa kegiatan baca bersama yang diselenggarakan dua kali dalam sebulan.
“Marabaca Jember itu adalah sebuah komunitas baca bareng. Kegiatan kami biasanya seperti baca buku bareng, ngobrolin buku, dan kehidupan. Biasanya kami bikin acara sebulan dua kali,” ujar Diah Rizki pada Jumat (27/06/2025).
Baca Juga: Inklusif! Rumah Budaya Ratna Favorit Gen Z di Malang Sediakan Ruang Literasi sambil Nongki
Komunitas ini tidak hanya menggunakan alun-alun sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga memanfaatkan berbagai tempat lain seperti kampus-kampus dan kedai kopi di pusat Kabupaten Jember.
“Tempatnya nggak pasti di alun-alun sih. Biasanya ada di Unej, kadang di alun-alun, kadang kami juga keliling di kedai-kedai kopi,” tambah Diah Rizki.
Berbeda dengan komunitas baca pada umumnya, Marabaca Jember lebih menekankan konsep “pleasure reading” atau membaca untuk kesenangan. Kegiatan ini dirancang sebagai baca senyap bersama-sama dengan tujuan utama memasyarakatkan budaya membaca.
“Jadi membaca untuk kesenangan, membaca untuk kepuasan pribadi. Targetnya sih biar orang lebih banyak tertarik buat baca,” jelasnya.
Meski memanfaatkan alun-alun sebagai salah satu lokasi kegiatan, Diah Rizki mengakui bahwa ruang tersebut belum sepenuhnya representatif untuk kegiatan literasi komunitas. Menurut dia, alun-alun saat ini masih kurang mendukung untuk aktivitas baca yang membutuhkan suasana tenang dan asri.
“Sebenarnya kalau untuk baca buku apalagi baca bareng-bareng sama komunitas, ruang ini tidak cukup representatif karena cukup ramai dan selalu ada lalu lintas,” ungkap Rizki.
Namun, dia tetap mengapresiasi keberadaan alun-alun sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat.
“Tapi kalau sebagai ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat untuk apa pun kegiatannya, ini sudah cukup lumayan. Daripada nggak ada,” tambahnya.
Harapan Pemerintah Dukung Komunitas Literasi
Diah Rizki berharap pemerintah dapat menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau yang dapat mendukung kegiatan komunitas-komunitas literasi. Dia mengusulkan agar tidak semua kegiatan terpusat di alun-alun saja.
“Harapannya malah lebih banyak ruang terbuka hijau ya, enggak cuma alun-alun. Untuk kegiatan-kegiatan komunitas bisa dikasih tempat-tempat lain kayak misalkan dikasih taman yang lebih asri, yang bisa dipakai buat piknik,” harapnya.
Meski berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui kegiatan di alun-alun, komunitas ini masih menghadapi tantangan dalam menarik pengunjung spontan. Rizki mengakui bahwa selama ini yang datang masih didominasi oleh mereka yang sudah mengenal komunitas Marabaca.
“Sejauh ini belum ada orang asing yang benar-benar datang ke alun-alun buat jalan-jalan terus tiba-tiba belok ke Marabaca untuk baca buku. Mungkin karena memang niat mereka ke alun-alun itu murni untuk jalan-jalan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








