• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Marabaca Jember.

Beberapa anggota Marabaca Jember dan pengunjung alun-alun membaca buku bersama. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Komunitas Marabaca Jember Tingkatkan Literasi lewat Ruang Publik

Dwi Linda by Dwi Linda
12 months ago
in Featured
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Komunitas Marabaca Jember terus berupaya memasyarakatkan budaya membaca melalui kegiatan baca bersama di ruang-ruang publik, termasuk di Alun-Alun Jember yang baru direnovasi.

Diah Rizki, salah satu anggota komunitas Marabaca Jember, menjelaskan bahwa komunitas yang didirikan pada November 2023 ini memiliki agenda rutin berupa kegiatan baca bersama yang diselenggarakan dua kali dalam sebulan.

You might also like

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

29/05/2026 7:00 AM
Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

27/05/2026 8:08 PM

“Marabaca Jember itu adalah sebuah komunitas baca bareng. Kegiatan kami biasanya seperti baca buku bareng, ngobrolin buku, dan kehidupan. Biasanya kami bikin acara sebulan dua kali,” ujar Diah Rizki pada Jumat (27/06/2025).

Baca Juga: Inklusif! Rumah Budaya Ratna Favorit Gen Z di Malang Sediakan Ruang Literasi sambil Nongki

Komunitas ini tidak hanya menggunakan alun-alun sebagai lokasi kegiatan, tetapi juga memanfaatkan berbagai tempat lain seperti kampus-kampus dan kedai kopi di pusat Kabupaten Jember.

“Tempatnya nggak pasti di alun-alun sih. Biasanya ada di Unej, kadang di alun-alun, kadang kami juga keliling di kedai-kedai kopi,” tambah Diah Rizki.

Berbeda dengan komunitas baca pada umumnya, Marabaca Jember lebih menekankan konsep “pleasure reading” atau membaca untuk kesenangan. Kegiatan ini dirancang sebagai baca senyap bersama-sama dengan tujuan utama memasyarakatkan budaya membaca.

“Jadi membaca untuk kesenangan, membaca untuk kepuasan pribadi. Targetnya sih biar orang lebih banyak tertarik buat baca,” jelasnya.

Meski memanfaatkan alun-alun sebagai salah satu lokasi kegiatan, Diah Rizki mengakui bahwa ruang tersebut belum sepenuhnya representatif untuk kegiatan literasi komunitas. Menurut dia, alun-alun saat ini masih kurang mendukung untuk aktivitas baca yang membutuhkan suasana tenang dan asri.

“Sebenarnya kalau untuk baca buku apalagi baca bareng-bareng sama komunitas, ruang ini tidak cukup representatif karena cukup ramai dan selalu ada lalu lintas,” ungkap Rizki.

Namun, dia tetap mengapresiasi keberadaan alun-alun sebagai ruang terbuka yang dapat dimanfaatkan seluruh masyarakat.

“Tapi kalau sebagai ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan seluruh masyarakat untuk apa pun kegiatannya, ini sudah cukup lumayan. Daripada nggak ada,” tambahnya.

Harapan Pemerintah Dukung Komunitas Literasi

Diah Rizki berharap pemerintah dapat menyediakan lebih banyak ruang terbuka hijau yang dapat mendukung kegiatan komunitas-komunitas literasi. Dia mengusulkan agar tidak semua kegiatan terpusat di alun-alun saja.

“Harapannya malah lebih banyak ruang terbuka hijau ya, enggak cuma alun-alun. Untuk kegiatan-kegiatan komunitas bisa dikasih tempat-tempat lain kayak misalkan dikasih taman yang lebih asri, yang bisa dipakai buat piknik,” harapnya.

Meski berharap dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui kegiatan di alun-alun, komunitas ini masih menghadapi tantangan dalam menarik pengunjung spontan. Rizki mengakui bahwa selama ini yang datang masih didominasi oleh mereka yang sudah mengenal komunitas Marabaca.

“Sejauh ini belum ada orang asing yang benar-benar datang ke alun-alun buat jalan-jalan terus tiba-tiba belok ke Marabaca untuk baca buku. Mungkin karena memang niat mereka ke alun-alun itu murni untuk jalan-jalan,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Anggota Marabaca Jemberberita jember hari iniJemberJember hari iniKomunitas Marabaca JemberMarabaca Jember adalah
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Malang

Kakao Malang Diam-Diam Punya Varietas Premium Langka

by Mochamad Abdurrochim
29/05/2026 7:00 AM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabupaten Malang ternyata tidak hanya dikenal lewat sektor pertanian hortikultura maupun wisata alam. Di balik hamparan kebun...

Ledakan balon udara.

Sosok Korban MD Ledakan Balon Udara Blitar di Mata Keluarga, Dikenal Pekerja Keras dan Pulang Kampung Melepas Rindu

by Dwi Linda
27/05/2026 8:08 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Duka mendalam menyelimuti sebuah rumah sederhana di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, menyusul insiden ledakan balon...

Biya Agus.

Biya Agus, Magister Fisika yang Viral di TikTok Berkat Pembahasan soal Rezeki bersama Chatour Travel

by Dwi Linda
19/05/2026 4:41 PM
0

GRESIK, Tugujatim.id - Senin malam (18/05/2026), H Agus Rahman MPd atau yang populer dengan nama Biya Agus Chatour Gresik, sesenggukan...

Mie Cendana.

Atika C. Larasati, Owner Mie Cendana Viral di Malang Kolaborasi Unik bareng Pelaku UMKM Lokal Perempuan

by Dwi Linda
01/05/2026 7:27 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Siapa sih yang nggak mengenal Mie Cendana sebagai salah satu kuliner viral dari Malang, Jawa Timur? Bahkan,...

Next Post
Jalur Pantura Tuban.

Dua Pelajar Lamongan Tewas Ditabrak Bus Pariwisata di Jalur Pantura Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID