TUBAN, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Tuban kembali mengucurkan anggaran besar demi mewujudkan akses jalan mulus di wilayah barat. Tahun ini proyek lanjutan Jalan Bulu–Jatirogo mendapat suntikan dana Rp30 miliar, melengkapi total anggaran yang sudah mencapai Rp60 miliar dalam tiga tahun terakhir.
Dengan suntikan dana jumbo itu, pembangunan jalan penghubung dua kecamatan paling ujung ini ditargetkan rampung dan sepenuhnya layak dilalui sebelum tutup tahun.
Proyek ini bukan pembangunan dadakan. Sejak 2023, Jalan Bulu–Jatirogo mulai disentuh serius oleh pemkab. Tahun pertama, dana Rp14,5 miliar digelontorkan untuk membenahi 2,9 kilometer jalan.
Baca Juga: DPRD Tuban Cermati Arah Perubahan APBD 2025, Bahas Fokus Anggaran dan Skala Prioritas
Lalu berlanjut pada 2024 dengan tambahan 2,4 kilometer yang menelan biaya Rp 15,5 miliar. Kini giliran 5 kilometer sisanya yang akan dikerjakan, menandai tahap akhir dari pembangunan jalur penting ini.
“Untuk pembangunan tahun ini tetap memakai rigid beton. Lebarnya enam meter, seperti yang sudah-sudah,” ujar Kepala Dinas PUPR-PRKP Tuban Agung Supriyadi saat ditemui Tugujatim.id.
Agung menjelaskan, proyek ini akan dikerjakan dalam delapan segmen dengan panjang yang berbeda-beda. Mulai dari 105 meter hingga lebih dari 2 kilometer per segmen.
Selain badan jalan, dalam paket pengerjaan juga termasuk pembangunan gorong-gorong, tembok penahan tanah, hingga oprit jalan. Semua dirancang agar jalur tersebut kuat dan tahan lama.
31 Peserta Bersaing Jadi Kontraktor Pelaksana
Kini proyek itu sedang masuk tahap lelang. Dari laman resmi LPSE Tuban, tercatat 31 peserta ikut bersaing menjadi kontraktor pelaksana. Enam di antaranya sudah mengajukan penawaran harga, berkisar antara Rp24 miliar-Rp29 miliar.
Jika proses lelang berjalan lancar dan kontrak ditandatangani tepat waktu, pembangunan akan dimulai dalam waktu dekat. Durasi pengerjaannya ditarget selama 180 hari atau sekitar enam bulan.
“Target kami, selesai akhir tahun ini. Harapannya, akses warga bisa jauh lebih nyaman, dan ekonomi lokal juga ikut terdorong,” tambah Agung.
Jalan Bulu–Jatirogo sendiri selama ini jadi salah satu jalur penting di wilayah barat Tuban. Selain menghubungkan dua kecamatan, jalur ini juga menjadi akses vital bagi distribusi hasil pertanian dan perdagangan warga setempat.
Tidak heran, perbaikan total jalan ini disambut positif oleh masyarakat yang selama bertahun-tahun harus berkendara di jalan rusak dan berlubang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








