BATU, Tugujatim.id – Pemkot melalui Wali Kota Batu Nurochman sepakat soal penegasan batas wilayah dengan Kabupaten Pasuruan, Jatim. Lalu mana saja batas wilayah Kota Batu-Pasuruan?
Pemekaran wilayah terjadi di dua desa Kota Batu. Karena itu, ada kesepakatan batas wilayah Kota Batu-Pasuruan.
Dalam pertemuan dua wilayah, ada penandatanganan Berita Acara Kesepakatan Penarikan Garis Batas Daerah dengan Kabupaten Pasuruan. Kesepakatan bersama Bupati Pasuruan H.M. Rusdi Sitejo dilakukan di Rumah Dinas Kepala Bakorwil III Provinsi Jawa Timur, Kota Malang, Senin (30/06/2025).
Baca Juga: Atlet Gulat Kota Batu Juara Umum Porprov IX Jatim 2025, KONI Beri Bonus Peraih Emas
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan, pemicu perubahan batas wilayah Kota Batu dan Pasuruan karena adanya pemekaran Desa Tulungrejo menjadi dua desa, yaitu Desa Tulungrejo dan Desa Sumberbrantas.
Dia mengatakan, hal ini sesuai Peraturan Daerah Kota Batu Nomor 6 Tahun 2007. Karena itu, dia mengataka, ada perubahan yang berdampak pada penyesuaian garis batas yang sebelumnya telah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 47 Tahun 2007.
Kesimpulannya, dia mengatakan, penegasan batas desa antara Kelurahan Pecalukan (Kabupaten Pasuruan) dengan Desa Sumbergondo (Kota Batu) telah disepakati dan diverifikasi melalui survei lapangan.
Kesepakatan Minimkan Potensi Sengketa
Selain itu, ada perubahan titik batas pertigaan antara Kelurahan Pecalukan, Desa Sumbergondo, dan Desa Wonorejo (Kabupaten Malang) diubah dari PBU 81 menjadi TK 25.
Nurochman juga mengatakan, penandatanganan kesepakatan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kepastian hukum batas wilayah. Tujuannya, dia melanjutkan, guna menghindari potensi sengketa di masa depan dan mendukung perencanaan pembangunan yang terintegrasi.
”Kami ke depan juga akan mulai membahas rencana pembukaan akses baru yang bersinggungan dengan Kabupaten Pasuruan,” kata Cak Nur, sapaan akrabnya.
Rencana tersebut disambut baik karena dinilai akan bermanfaat bagi kepentingan masyarakat luas serta mendorong dampak ekonomi positif di kawasan sekitar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: M. Ulul Azmy
Editor: Dwi Lindawati








