TUBAN, Tugujatim.id – Sehari sebelum puncak Haul Sunan Bonang ke-516 di Tuban, suasana di sekitar kompleks makam Wali Allah yang dikenal dengan nama Makdum Ibrahim itu mulai terasa ramai. Meski begitu, jumlah peziarah yang datang Rabu (09/07/2025) terpantau tidak sebanyak tahun sebelumnya.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean peziarah terlihat memenuhi pintu masuk makam yang berada di kawasan Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban. Satu per satu pengunjung masuk untuk berziarah dan membaca doa.
Baca Juga: Boleh Jualan, Ini Lokasi PKL Saat Haul Sunan Bonang Ke-516
Sementara di luar, aktivitas perdagangan di sepanjang Jalan KH Mustain juga mulai menggeliat. Sejumlah pedagang musiman menawarkan aneka makanan ringan dan jenang menjadi jajanan yang paling banyak diburu pembeli.
Ahmad Hidayatur Rohman, salah satu panitia Haul Sunan Bonang, menyebut, secara umum tingkat kunjungan tahun ini mengalami penurunan. Meski tidak ada hitungan resmi, menurut dia, titik-titik keramaian hanya tampak di sekitar makam dan Jalan KH Mustain.

“Kalau tahun lalu, sepanjang Jalan Veteran sampai Kolonel Suroko juga dipenuhi pedagang dan peziarah. Sekarang hanya di KH Mustain yang diizinkan berjualan. Mungkin karena itu pengunjung terlihat tidak seramai biasanya,” ujarnya.
Dia menambahkan, biasanya sejak sore hari, warga dari berbagai penjuru Kabupaten Tuban dan sekitarnya mulai berdatangan. Namun kemarin suasana masih relatif landai.

Meski begitu, Ahmad optimistis puncak Haul Sunan Bonang yang digelar hari ini (10/07/2025) akan menyedot lebih banyak peziarah. Apalagi, agenda utama berupa tahlil akbar dijadwalkan berlangsung mulai pukul 09.00 di area makam, disusul pengajian akbar pada malam harinya.
“Besok (hari ini, Red) pasti ramai karena puncaknya. Banyak peziarah dari luar kota juga biasanya hadir,” tambahnya.

Di sisi lain, Anis Fitriatin, warga Kecamatan Plumpang, mengaku sengaja datang lebih awal untuk menghindari kepadatan peziarah. Dia datang bersama keluarga sekitar pukul 15.30 WIB, menyempatkan ziarah sekaligus membeli jenang sebagai oleh-oleh khas Haul Sunan Bonang.
“Setiap tahun saya pasti datang. Rasanya kalau belum makan jenang saat haul, seperti ada yang kurang. Manis dan kenyal, itu yang bikin kangen,” tuturnya sambil tersenyum.
Menurut Anis, dibandingkan tahun lalu, suasana haul kali ini terasa lebih lengang. Namun, justru itulah yang dia cari.
“Lebih nyaman ziarahnya, enggak terlalu padat,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








