• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
IIBF.

Ketua Difabel Kreatif Malang (DKM) Sutarno dan anggota bernama Anik Sundari saat praktik berjualan jamu di Kayutangan Heritage, Kota Malang, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Real Life Program CYOF, IIBF Ajari Difabel Kreatif Malang Cari Cuan dengan Modal 0 Rupiah

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id —  Program Create Your Own Future (CYOF) Special Edition for Difable 2025 dari Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Malang Raya makin seru dengan adanya sesi “real life” di kawasan Kayutangan Heritage, Kota Malang, Minggu sore (13/07/2025). Usai mendapatkan materi, puluhan peserta dari Difabel Kreatif Malang (DKM) antusias praktik langsung mendapatkan cuan tanpa modal alias 0 rupiah.

Diberitakan sebelumnya, Indonesian Islamic Business Forum (IIBF) Malang Raya kembali mengadakan program “Create Your Own Future” (CYOF) dengan pembekalan materi di Masjid Asy Syafaat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu pagi (13/07/2025). Untuk praktiknya, kawasan Kayutangan Heritage menjadi lokasi kedua yang dinilai akan memudahkan peserta untuk menerapkan ilmu yang sudah diperoleh untuk mendapatkan banyak cuan.

You might also like

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

04/06/2026 12:32 PM
Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

04/06/2026 12:03 PM
CYOF IIBF.
Peserta Difabel Kreatif Malang bernama Gatot Suprianto dan Yuliati pantang menyerah menawarkan produk kepada pengunjung Kayutangan Heritage, Kota Malang, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

CYOF sendiri merupakan program pelatihan soft skill dan kewirausahaan yang diinisiasi oleh Heppy Trenggono, pendiri IIBF. Tujuan program ini adalah menumbuhkan jiwa entrepreneur agar menjadi pribadi yang mandiri di masa depan.

Istimewanya, program CYOF kali ini diikuti puluhan anggota Difabel Kreatif Malang (DKM) yang diajari mandiri dengan berwirausaha. Tidak sekadar memberikan materi, pengusaha IIBF ini juga mengajari para peserta untuk mencari cuan tanpa harus memiliki modal. Artinya, mereka harus bisa kreatif bagaimana cara mengasah skill-nya yang dimiliki tanpa mengeluarkan modal uang hingga tanpa membawa HP sebagai alat komunikasi.

CYOF IIBF dan Difabel Kreatif Malang.
Para peserta CYOF saat mendapatkan materi di Masjid Asy Syafaat, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, Minggu pagi (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Sebelum praktik real life, panitia membagi peserta ke dalam beberapa kelompok kecil. Masing-masing kelompok didampingi oleh alumni CYOF untuk langsung praktik berwirausaha. Bahkan, peserta harus mematuhi aturan mengumpulkan dompet, uang yang dimiliki, hingga menyetorkan semua HP yang dibawa untuk dikumpulkan kepada panitia. Jadi, mereka benar-benar berpikir bagaimana caranya mendapat cuan dengan memanfaatkan skill-nya.

CYOF IIBF Malang.
Flyer CYOF spesial edisi bersama difabel di Malang. (Foto: dok IIBF)

Sekretaris DPW IIBF Jawa Timur sekaligus owner Ayam Kisanak Joko Kris Buono mengatakan, program CYOF kali ini memang khusus untuk teman-teman difabel. Dia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dan sempat sharing dengan anggota Difabel Kreatif Malang soal pengembangan usaha.

Karena itu, dia mengatakan, kegiatan CYOF ini wujud respons khusus untuk teman-teman difabel dalam menumbuhkan jiwa entrepreneur mereka secara langsung.

“Untuk program spesial ini, kami buatkan untuk teman-teman difabel berdasarkan hasil curhatan waktu kami temui bulan sebelumnya. Tujuannya ya untuk menumbuhkan jiwa entrepreneur teman-teman difabel agar lebih mandiri kelak,” jelasnya.

The Power of Sedekah

Menariknya, acara CYOF spesial difabel kali ini menghadirkan pemateri-pemateri inspiratif dari Malang, Blitar, hingga Mojokerto yang telah sukses mengembangkan usahanya. Kegiatan ini menghadirkan tiga sesi materi dengan pemateri dan topik yang berbeda.

Baca Juga: Pengusaha IIBF Dorong Puluhan Difabel Kreatif Malang Mandiri Berwirausaha lewat Program CYOF 2025

Sesi pertama menghadirkan Ketua IIBF Kota Malang Odea Putranto ST yang membawakan materi berjudul “3 Kunci Sukses”. Sesi kedua, pengusaha fashion sekaligus owner dari Nura Store Lucky Ajeng dan Sekretaris DPW IIBF Jawa Timur sekaligus owner Ayam Kisanak Malang Joko Kris Busono yang berbagi pengalaman serta motivasi. Dan sesi ketiga, ada Founder & CEO Makeit! Social Media & Marketing Agency Ibnu Angga Handaru.

IIBF Malang Raya.
Ketua IIBF Kota Malang Odea Putranto ST saat menyampaikan materi di hadapan peserta, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Ketua IIBF Kota Malang Odea Putranto ST memberi materi yang membahas tentang “3 Kunci Sukses” jadi wirausahawan. Di tengah-tengah sesi, dia juga menceritakan kisah pendiri IIBF Heppy Trenggono yang pernah terlilit utang miliran rupiah hingga akhirnya bisa lunas lewat banyak bersedekah.

“Saat itu ada seseorang yang melunasi utang ke Pak Heppy. Pertama yang beliau lakukan adalah bersedekah meski terlilit utang. Kedua, membahagiakan keluarganya dengan berangkat umrah. Dan ketiga, beliau menggunakan sisa uang untuk melunasi utangnya. Sampai akhirnya utangnya bisa lunas. Hal ini memberikan teladan bahwa jika rezeki itu dinafkahkan di jalan Allah, maka akan kembali dengan lebih besar nilainya,” ujarnya.

Untuk sukses seperti Pak Heppy ini, Odea juga mengajak peserta untuk menulis 40 goals para peserta dan mencatatnya dalam buku yang telah disiapkan. Untuk 40 goals ini harus mengandung Be, Have, dan Do.

Difabel Kreatif Malang.
Sekretaris DPW IIBF Jawa Timur sekaligus owner Ayam Kisanak Joko Kris Buono dan Ketua IIBF Kota Malang Odea Putranto ST menyerahan alat tulis secara simbolis kepada Difabel Kreatif Malang untuk membuat dream board. (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Artinya be, peserta harus menuliskan 40 impian ingin menjadi apa? Sedangkan Have, peserta harus menulis 40 impian ingin memiliki apa? Dan Do, peserta menuliskan 40 hal apa yang ingin dilakukan. Menurut Odea, metode ini bertujuan agar peserta selalu mengingat tujuan hidup mereka dan tetap fokus untuk meraihnya.

“Jadi, setiap hari bapak ibu buka buku catatan itu akan ingat terus, tujuannya hidupnya apa, goalnya apa, dan lakukan evaluasi jika sudah dilakukan. Itu nanti yang akan kita wujudkan sebagai pengingat impian-impian kita,” ucapnya saat menerangkan materi.

Pengalaman Berharga Kali Pertama Jualan tanpa Modal

Sementara itu, Ketua Difabel Kreatif Malang (DKM) Sutarno mengatakan, acara CYOF ini sangat bagus membuat pengalaman kali pertama berjualan tanpa modal. Selain itu, ayah satu anak ini juga mengatakan, tidak hanya materi tapi praktiknya menambah wawasan dan menjadi bekal teman-teman difabel untuk mengembangkan usaha.

CYOF IIBF Jawa Timur.
Salah satu peserta mendapatkan apresiasi sebagai peserta kreatif dari Sekretaris DPW IIBF Jawa Timur sekaligus owner Ayam Kisanak Joko Kris Buono, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

“Sangat bagus sekali acara CYOF ini, membuat pengalaman dan membuka wawasan baru untuk teman-teman difabel. Ini pengalaman yang sangat berharga berjualan tanpa modal tetap bisa mendapatkan uang dengan mengasah skill komunikasi, kepercayaan diri, dan melatih mental,” ujar pria yang dulu juga menjadi ketua Difabel Creative Community (DC2) yang telah berganti nama menjadi DKM itu.

IIBF X Difabel Kreatif Malang.
Peserta CYOF dari Difabel Kreatif Malang foto bersama pengusaha dari IIBF Malang Raya, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

Dia berharap, ilmu yang didapatkan peserta menjadi bekal agar semangat dalam menjalankan usahanya. Sebab, dia melanjutkan, ternyata peluang mendapatkan penghasilan itu bisa dilakukan dengan menjual jasa. Misalkan saja, ada teman-teman yang akhirnya menggunakan skillnya dengan menjual jasa cuci piring, ada yang berjualan jamu, hingga ada yang membantu menjualkan kerajinan tangan pedagang sampai mendapatkan laba atau keuntungan sendiri.

IIBF Jawa Timur.
Perwakilan kelompok menerima apresiasi dari Sekretaris DPW IIBF Jawa Timur sekaligus owner Ayam Kisanak Joko Kris Buono, Minggu (13/07/2025). (Foto: Azmi Azaria Fidaroini/Tugu Jatim)

“Banyak cara yang bisa dilakukan peserta praktik di Kayutangan Heritage. Ada yang jual jasa cuci piring, menjual jamu, hingga ada yang menjualkan kerajinan tangan pedagang sampai mendapatkan laba atau keuntungan sendiri. Ini melatih mental kami untuk menjadi wirausahawan bertemu langsung dengan pembeli. Ya, ada pembeli yang menolak untuk membeli produk yang ditawarkan, tapi itu seninya gimana usaha kita tetap gigih bisa menjual dan mendapatkan uang dengan cara halal,” kata pria murah senyum ini.

Selama dua jam praktik menerapkan ilmu jadi pengusaha, para peserta menuai hasil benar-benar mendapatkan cuan tanpa modal. Untuk mengapresiasinya, panitia dari CYOF memberikan hadiah untuk juara 1, 2, 3, dan juara favorit di masing-masing kelompok. Acara pun ditutup dengan makan malam bersama di sebuah kafe di Malang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Azmi Azaria Fidaroini

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kota Malang hari iniDifabel Creative CommunityDifabel Creative Community (DC²)IIBF DPD Kota MalangIIBF Malang RayaIIBF X Difabel Kreatif MalangIndonesian Islamic Business ForumKota Malang hari iniMalangYayasan Difabel Kreatif Malang
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Probolinggo.

Lukai Diri Sendiri, Perawat RS di Probolinggo Rekayasa Dibegal demi Tutupi Jual Motor sang Ayah

by Dwi Linda
04/06/2026 12:32 PM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id - Kasus dugaan pembegalan yang sempat menghebohkan warga Kabupaten Probolinggo akhirnya terungkap. Seorang perawat RSUD Waluyo Jati Kraksaan...

Harga telur di Bojonegoro.

Harga Telur di Bojonegoro Merosot 3 Hari Berturut-turut, Pedagang Untung Peternak Buntung

by Dwi Linda
04/06/2026 12:03 PM
0

BOJONEGORO, Tugujatim.id – Harga telur ayam di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Bojonegoro merosot dalam beberapa hari terakhir. Kondisi harga...

Pameran Seni Surabaya.

Catat Tanggalnya! Ini Deretan Pameran Seni Surabaya yang Digelar Sepanjang Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 11:07 AM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Memasuki bulan Juni 2026, acara-acara yang diselenggarakan di Surabaya banyak macamnya, salah satunya pameran seni. Mau tahu...

Jawa Timur.

Kabut dan Udara Kabur Mendominasi, Waspadai Jarak Pandang di Jawa Timur 4 Juni 2026

by Dwi Linda
04/06/2026 8:23 AM
0

Tugujatim.id - Prakiraan cuaca Jawa Timur untuk Kamis (04/06/2026) menunjukkan dominasi kabut, udara kabur, dan kondisi berawan di banyak wilayah,...

Next Post
BPJS Kesehatan Jember.

Sentuh Hati Peserta lewat Snack Sehat, BPJS Kesehatan Jember Dorong Semangat Gotong Royong

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID