• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pena Kohati.

Acara Kohati Inspiratif dengan tema Kiprah Strategis Perempuan dan Generasi Muda dalam Menyongsong Pembangunan Daerah dan launching Pena Kohati yang berlangsung di Aula PB Sudirman. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Aktivis Jember Luncurkan Pena Kohati, Tangani Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Aktivis muda perempuan di Jember mengajak seluruh pemuda daerah untuk tidak lagi menjadi penonton dalam menghadapi berbagai persoalan yang melilit perempuan dan anak. Ada Pena Kohati jadi wadah khususnya terkait kekerasan seksual, pernikahan dini, dan stunting.

Ajakan ini disampaikan dalam Ketua Umum Kohati HMI Cabang Jember Hanny Hilmia Fairuza di acara Kohati Inspiratif dengan tema Kiprah Strategis Perempuan dan Generasi Muda dalam Menyongsong Pembangunan Daerah yang berlangsung di Aula PB Sudirman, Selasa (15/07/2025).

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Kini saatnya kami berhenti menjadi penonton dari berbagai persoalan yang melilit perempuan. Kini saatnya kami bukan hanya menyuarakan, tapi juga mewujudkan perubahan,” tegas perempuan yang akrab disapa Hanny itu.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pelaku Kekerasan Siram Bocah di Jember Pakai Kuah Bakso, Ini Hasil Investigasinya

Data yang diungkap dalam forum menunjukkan fakta mengejutkan bahwa Kabupaten Jember menduduki peringkat pertama di Jawa Timur dalam jumlah permohonan dispensasi kawin untuk anak di bawah umur.

Berdasarkan data dari Pengadilan Agama Jember, pada tahun 2023 sebanyak 627 permohonan dispensasi kawin diajukan, dan sekitar 580 di antaranya dikabulkan.

“Angka-angka ini bukan sekadar statistik. Di balik setiap permohonan, ada anak-anak yang kehilangan hak mendasarnya: hak untuk belajar, untuk bermain, untuk bermimpi,” ungkapnya.

Hanya dalam dua bulan pertama pada 2024, sudah 96 permohonan serupa diajukan—sebuah tren yang tampaknya belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pernikahan dini ini terutama terjadi di wilayah pedesaan, dipicu oleh kemiskinan struktural, norma budaya yang membelenggu, serta pemahaman keagamaan yang terbatas.

Selain pernikahan dini, kekerasan seksual juga menjadi perhatian serius. Data dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Jember menunjukkan tren peningkatan kasus kekerasan setiap tahunnya. Pada 2023, tercatat 113 korban kekerasan terhadap anak dari total 220 kasus kekerasan dengan mayoritas korbannya adalah anak-anak di bawah umur.

Yang lebih mengkhawatirkan, kekerasan seksual tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga merambat ke tempat-tempat yang selama ini dianggap suci dan aman. Beberapa kasus pelecehan seksual yang dilakukan oleh oknum pengasuh pesantren terhadap santriwatinya terjadi di Jember, menunjukkan bahwa kekerasan seksual bisa terjadi di mana saja, bahkan di tempat yang dibungkus kesucian.

“Kami harus jujur mengakui bahwa pelaku kekerasan seksual sering kali adalah orang-orang terdekat korban—guru, tetangga, bahkan anggota keluarga sendiri,” ungkap Hanny.

Para aktivis menekankan bahwa pemuda sebagai pemilik masa depan, tidak boleh abai terhadap luka-luka struktural yang masih dialami para perempuan. Karena itu, di momen tersebut Kohati Cabang Jember turut meluncurkan program yang dapat membantu beberapa persoalan di Kabupaten Jember, yaitu Pena Kohati.

Sebuah ruang pengaduan dan advokasi yang dirancang khusus untuk menangani kasus kekerasan seksual, terutama yang terjadi di Jember. Program ini mengusung pendekatan melalui tulisan, kampanye media sosial, serta pengawalan isu-isu perempuan secara aktif dan berkelanjutan.

Program ini tidak hanya menjadi simbol keberpihakan kepada para penyintas yang selama ini berjalan dalam sunyi, tetapi juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengekspresikan gagasan, pemikiran, dan opininya dalam bentuk karya tulisan.

Sementara itu, Anggota DPRD Denpasar Yonathan A. yang sekaligus menjadi pemateri di acara tersebut mengungkap potensi besar pemuda Indonesia. Dalam paparannya, Yonathan menekankan bahwa setengah lebih pemuda Indonesia berada di Pulau Jawa, termasuk Jawa Timur, yang menjadi kekuatan sangat hebat bagi Indonesia.

Menurut dia, pemerintah sebenarnya telah menyediakan ruang bagi pemuda untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah melalui berbagai forum seperti musrenbang, konsultasi publik, dan forum-forum pemuda.

“Sebetulnya pemerintah itu kalau misalkan dibantuin terus, disuratin, dimintai audiensi untuk ikut terlibat di dalam pembangunan daerah,” ujarnya.

Faktor Kurangnya Peran Generasi Muda

Namun, dia mengidentifikasi beberapa tantangan yang memengaruhi kurangnya peranan generasi muda dalam perencanaan pembangunan daerah, yaitu kurangnya pembinaan dan dukungan dari pemerintah setempat, serta kurangnya kemampuan dan kemauan pemuda itu sendiri. Yonathan mengkritik mentalitas instan yang berkembang di kalangan pemuda saat ini.

“Pemuda kadang-kadang hari ini, meskipun tidak semua, maunya instan-instan saja. Tidak mau berproses, maunya cepat kaya,” katanya.

Dia mencontohkan, bagaimana banyak pemuda yang tergoda dengan investasi kripto dan Bitcoin dengan harapan sekali klik bisa menjadi orang kaya. Yonathan menekankan tiga hal penting yang harus dimiliki pemuda Indonesia.

“Kalau pemuda sudah nggak punya idealisme, kalau pemuda apa-apa cuma sudah ngerti duit duit duit, sudah bahaya,” tegasnya.

Idealisme ini terkait dengan prinsip dan keteguhan hati yang tidak mudah digoyang. Dia mendefinisikan integritas sebagai “doing something right even no one is watching” – melakukan hal baik sekalipun tidak ada orang yang melihat.

Yonathan menekankan pentingnya berbuat baik tanpa harus selalu diekspos atau mengharapkan imbalan. Dalam transkrip, pilar ketiga tidak disebutkan secara lengkap, namun Yonathan menekankan bahwa tanpa ketiga pilar ini, segala pencapaian lainnya akan sia-sia.

Yonathan A. menutup paparannya dengan menekankan bahwa kesuksesan tidak selalu soal uang, tetapi lebih pada niat tulus untuk membantu dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Aktivis muda Jemberberita jember hari iniBerita kekerasan anak perempuanJemberJember hari iniKohati Inspiratif di JemberPena Kohati adalah
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
IJTI.

IJTI dan Lemhannas Resmi Gandeng Tangan, Perkuat Wawasan Kebangsaan Jurnalis

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID