TUBAN, Tugujatim.id – Dua sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Tuban, Jatim, yang sebelumnya sempat ditutup akibat program penggabungan (merger), kini kembali diaktifkan. Langkah pembukaan SDN di Tuban ini diambil menyusul permintaan warga yang mengeluhkan jarak tempuh anak-anak mereka ke sekolah terdekat terlalu jauh.
Kedua SDN di Tuban tersebut adalah SDN Kedungsoko 2 dan SDN Dagangan 2 yang berada di Kecamatan Plumpang dan Parengan. Sebelumnya, kedua sekolah ini telah dilebur ke SDN Kedungsoko 1 dan SDN Dagangan 1.
Namun karena akses ke lokasi sekolah induk dirasa memberatkan, terutama bagi anak-anak yang harus melewati hutan atau menempuh jarak cukup jauh, akhirnya Pemkab Tuban memutuskan untuk mengaktifkan kembali bangunan sekolah lama.
Baca Juga: Dua SD di Tuban Bakal Beroperasi Kembali
“Memang secara legalitas masih dalam proses, tapi karena tuntutan masyarakat, sekolah-sekolah itu sudah mulai difungsikan kembali. Ini sebagai bentuk pelayanan agar anak-anak tetap bisa sekolah tanpa harus menempuh jarak yang menyulitkan,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tuban Abdul Rakhmat, Selasa (15/07/2025).
Menurut Rakhmat, meskipun murid di sekolah-sekolah yang dibuka kembali itu tidak banyak, kehadirannya sangat membantu warga. Di SDN Dagangan 2, jumlah siswa saat ini tercatat sekitar lima hingga tujuh anak pada penerimaan siswa baru ini. Sementara di SDN Kedungsoko 2, total ada sekitar 27-30 siswa.
“Jumlahnya memang tidak besar, tapi sudah cukup jadi alasan untuk mengaktifkan kembali sekolah-sekolah itu,” tambahnya.
Dinas Tak Ingin Anak-Anak Tak Sekolah
Masalah kekurangan guru pun tidak menjadi kendala berarti. Mengingat jumlah siswa yang sedikit, metode kelas rangkap diterapkan. Satu guru menangani dua tingkat kelas sekaligus, seperti kelas 1 dan 2 digabung dalam satu ruang belajar.
“Dulu saat digabung, guru-guru dipusatkan di sekolah induk. Sekarang mereka kami tempatkan kembali di sekolah masing-masing. Dengan sistem kelas rangkap, kebutuhan guru masih bisa terpenuhi,” jelasnya.
Dia menekankan, tujuan utama dari kebijakan ini adalah mendekatkan layanan pendidikan ke masyarakat. Pemerintah, Rakhmat mengatakan, tidak ingin ada anak yang enggan sekolah hanya karena sekolah terlalu jauh dari rumah.
“Fungsi kami adalah memastikan semua anak bisa sekolah dengan akses yang mudah. Apalagi masyarakat dan kepala desa setempat juga mendukung penuh sekolah ini dibuka kembali,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








