• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Tim LP2M UM sedang mengedukasi warga untuk mengelola kawasan Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang, Kamis (19/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Tim LP2M UM sedang mengedukasi warga untuk mengelola kawasan Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang, Kamis (19/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

LP2M UM Perkuat Edukasi untuk Kelola Kampoeng Kajoetangan Heritage Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Malang (LP2M UM) terus melaksanakan pengembangan di Kampoeng Kajoetangan Heritage, Kota Malang. Kali ini, LP2M UM memberikan edukasi terkait badan hukum yang kuat untuk mengelola kawasan wisata Kajoetangan Heritage.

“Sebenarnya kan program ini kelanjutan dari program pada 2020 yang dilaksanakan FGD hingga launching. Nah, selama ini kan belum ada badan hukum yang kuat, maunya kami mendampingi masyarakat agar memiliki badan hukum untuk mengembangkan aset wisata,” terang Dr Joko Sayono MHum selaku Kepala Pusat Sosial Humaniora dan Pariwisata LP2M UM, Kamis (19/08/2021).

You might also like

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

17/06/2026 9:47 PM
Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

17/06/2026 7:36 PM

Joko mengatakan, pengembangan ini diharapkan mengembangkan manajemen wisata yang dijalankan langsung oleh warga. Dia menjelaskan kalau target wisatawan dari luar kota sampai masyarakat lokal Malang sebenarnya sudah banyak yang datang ke kawasan ini.

“Ini kan heritage itu peninggalan, jadi arahnya ke peninggalan-peninggalan yang masih asli sampai sekarang. Salah satunya peninggalan Belanda di rumah nomor 81-76, kalau tidak salah. Selain bangunan rumah, ada juga peninggalan Belanda berbentuk got dan sungai kecil,” paparnya.

Salah satu spot kawasan Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang, Kamis (19/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)
Salah satu spot kawasan Kampoeng Kajoetangan Heritage Kota Malang, Kamis (19/08/2021). (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Dia mengatakan, memang ada beberapa peninggalan Belanda yang tak boleh dimasuki, hanya boleh dilihat.

“Mungkin ada beberapa rumah peninggalan Belanda yang sama pemiliknya tidak boleh dimasuki, hanya kalau lihat dari luar boleh. Tapi, kalau yang rumah nomor 81-76 itu boleh dimasuki,” sambungnya.

Dia juga menegaskan, Kampoeng Kajoetangan Heritage ini akan menjadi ikon Kota Malang ke depannya.

“Dan ini akan dikembangkan menjadi wisata Kota Malang karena selama ini kampung tematik yang terkenal hanya Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Sanan. Selain itu, juga memperkuat jati diri Malang supaya Malang ikonnya heritage,” tegasnya.

Sementara itu, Edi Harmanto selaku Ketua RW 09 Kampoeng Kajoetangan Heritage mengatakan, saat pandemi ini kehidupan warga berjalan seperti biasanya.

“Walau dengan pandemi ini (kehidupan) tetap seperti biasanya, cuma saya tetap jaga dengan protokol kesehatan. Tamu sendiri meski sudah dilarang datang, tapi tetap masuk-masuk sendiri melalui pintu sana, pintu sini. Tapi, keadaan normal-normal saja di sini,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kalau pandemi Covid-19 berakhir, dia dan warga akan membuka lagi loket tiket seperti 2 tahun lalu sebelum pagebluk melanda.

“Tiket ini tujuannya untuk kesejahteraan warga, membangun dan memperbaiki sarana-prasarana. Dengan pembangunan dari pemerintah ini sangat mendukung kampung kami. Kami juga sudah memasang hydrant, saya kira belum ada di RW kawasan lain yang ada hydrant-nya,” ujarnya.

Dia mengatakan, sekarang karena Kampoeng Kajoetangan Heritage belum aktif, warga terus melakukan perbaikan sarana prasarana. Selain itu, ada juga donatur yang memberikan bantuan.

“Gimana lagi, dengan adanya pandemi Covid-19 ini, kesempatan saya untuk benah-benah kampung,” katanya.

Dia berharap pandemi segera berakhir sehingga tempat wisata bisa dibuka lagi untuk para pengunjung.

“Harapan saya pandemi hilang. Dengan tidak ada pandemi, kita bisa buka lagi tempat wisatanya. Sebenarnya wisatawan dari luar negeri seperti Jepang sudah ke sini, tapi karena pandemi ini ditunda semua sekarang. Selain itu, warung-warung juga semakin sepi,” ujarnya.

Tags: Kampoeng Kajoetangan HeritageKampoeng Kajoetangan Heritage Kota MalangKota MalangLP2M UM
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Malang

Donatur Kolektif Kembali Buka Posko Logistik di Aksi DPRD Kota Malang, Angkat Pesan ‘Makanan Beneran Gratis’

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 9:47 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Komunitas Donatur Kolektif kembali membuka posko logistik untuk mendukung peserta aksi yang digelar di depan Gedung DPRD...

Surabaya

Di Tengah Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Surabaya, Pedagang Minuman dan Es Raup Berkah

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 7:36 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Aksi demonstrasi yang digelar Aliansi BEM Surabaya (ABS) di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (17/06/2026), tidak...

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

Next Post
Para pendaki asal Surabaya yang tersesat ini beristirahat di rumah warga, tepatnya di Dusun Tumpak Doro, Desa Pamongan, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri, Selasa dini hari (17/08/2021).(Foto: Dokumen/Tugu Jatim)

Usai Kibarkan Bendera Merah Putih, 15 Pendaki asal Surabaya Tersesat di Gunung Wilis Kediri

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID