JEMBER, Tugujatim.id – Dua wakil menteri hadiri Festival Egrang ke-13 dan berjanji membawa program nasional ke Kabupaten Jember. Mengusung konsep “Memuliakan Bambu untuk Perdamaian”, acara Festival Egrang di Jember yang didominasi wajah anak-anak ini berlangsung dua hari berturut-turut pada 25-26 Juli 2025.
Momen istimewa terjadi dengan kehadiran dua pejabat tinggi negara, yakni Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan serta Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Helvi Moraza.
Bupati Jember Muhammad Fawait langsung menyambut kedatangan mereka. Muhammad Fawait menyatakan rasa syukurnya atas kunjungan kedua wakil menteri yang mencerminkan perhatian pemerintah pusat kepada daerahnya.
“Mohon kiranya bapak dan ibu wamen dapat membawa program-program kementerian sebanyak-banyaknya ke wilayah kami, karena sangat membantu dalam menyelesaikan berbagai tantangan yang ada di Kabupaten Jember saat ini, terkhusus masalah kemiskinan,” ungkap Bupati Jember Muhammad Fawait.
Dalam orasinya, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu menjelaskan bahwa kemiskinan ekstrem merupakan sumber utama berbagai permasalahan sosial di Jember.
“Tingginya angka stunting, mortalitas ibu dan bayi, serta kejahatan termasuk kekerasan seksual terhadap anak, semuanya bermula dari kemiskinan. Bahkan investasi di Jember pernah mengalami penurunan 51% akibat keterbatasan infrastruktur: tidak memiliki pelabuhan, bandara yang tidak operasional, dan tidak dilalui jalan tol. Kami memerlukan bantuan pusat seperti yang dinikmati Banyuwangi,” paparnya.
Baca Juga: Jember Targetkan PAD Rp1 Triliun, DPRD Jember Kawal Lewat Optimalisasi Pajak dan Libatkan APH
Sementara itu, Wakil Menteri PPPA Veronica Tan mengapresiasi kegiatan Festival Egrang di Jember tersebut dengan melibatkan anak-anak dan perempuan. Dia menyoroti, kegiatan semacam itu penting dilakukan di tengah pesatnya gawai pintar.
“Saya gembira karena ini merupakan festival permainan tradisional yang sejalan dengan visi kami. Kami menginginkan anak-anak aktif bergerak dan berinteraksi sosial, tidak hanya fokus pada perangkat digital. Komunitas seperti Tanoker akan mendapat dukungan kami, termasuk melalui pelatihan paralegal untuk menangani isu kekerasan, stunting, dan pengasuhan,” kata Veronica.
Dia juga menekankan urgensi membangun ketahanan keluarga melalui pendekatan psikologi, sosial, dan hukum, serta kerja sama dengan perguruan tinggi. Diperlukan kolaborasi dengan perguruan tinggi, seperti Universitas Jember untuk mendukung edukasi pengasuhan dan pemberdayaan perempuan agar produk berbahan bambu dapat menjadi solusi ekonomi yang positif.
Pada kesempatan yang sama, Veronica Tan juga menegaskan komitmennya dalam menguatkan berbagai program kementerian.
“Jember akan kami kuatkan melalui berbagai program kementerian. Kami akan mengkaji solusi komprehensif dari tingkat bawah ke atas dan sebaliknya. Komunitas yang solid akan kami perkuat untuk meningkatkan daya tahan anak dan keluarga,” tegasnya.
Festival Jadi Platform Pengembangan UMKM
Sejalan dengan Veronica, Wakil Menteri UMKM Helvi Moraza menyampaikan bahwa Jember memiliki potensi luar biasa di bidang pariwisata, agrikultur, dan ekonomi kreatif khususnya bambu.
“Festival ini bukan sekadar event, melainkan platform pengembangan UMKM. Kami tidak menginginkan UMKM hanya berkembang saat festival saja, tetapi harus berkelanjutan dan meningkat kelasnya,” jelas Helvi.
Dia juga menegaskan bahwa pemberdayaan ekonomi rumah tangga adalah solusi untuk mengatasi kemiskinan dan kekerasan domestik.
“Kami akan membentuk pusat kewirausahaan yang mengintegrasikan pemerintah daerah, universitas, pembiayaan, perizinan, sertifikasi, dan akses pasar. Kami mulai dari sekarang. Kami tidak dapat menunda lebih lama lagi,” ujarnya.
Helvi juga memberikan penghargaan atas dedikasi dan iktikad baik Pemerintah Kabupaten Jember.
“Kami menyaksikan Bupati Fawait sangat proaktif memperjuangkan kepentingan masyarakat Jember di tingkat kementerian. Ini menunjukkan keseriusan dan komitmen yang nyata. Karena itu kami siap bekerja sama,” ujarnya. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








