JEMBER, Tugujatim.id – Sekretaris Komisi C DPRD Jember, David Handoko Seto, menegaskan komitmen legislatif untuk mendukung program Jember Mandiri Lewat Pajak yang dicanangkan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Jember. Program ini merupakan bagian dari supporting program Bupati Jember dalam upaya mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sektor pajak.
Dalam sosialisasi kolaborasi yang digelar, David menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Jember menargetkan PAD tahun 2025 mencapai lebih dari 1 triliun rupiah. Target ambisius ini diharapkan dapat tercapai melalui optimalisasi pajak Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBN-KB) dan Bea Hak atas Tanah dan Bangunan (BHTB).
“Target pendapatan daerah melalui pajak BBN-KB maupun BHTB ini agar bisa betul-betul optimal di tahun ini. Secara umum di tahun 2025, Pemkab Jember menargetkan PAD-nya lebih dari 1 triliun rupiah,” ungkap David.
Tantangan besar yang dihadapi dalam pencapaian target tersebut adalah adanya tunggakan pajak yang cukup signifikan. David mengungkapkan bahwa hingga saat ini masih terdapat pajak terhutang untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar Rp333,91 miliar.
“Dari evaluasi tahun ke tahun, bahkan sampai hari ini masih terjadi pajak terhutang untuk PBB sebanyak Rp333 miliar. Melalui sosialisasi seperti ini, nanti akan kita rumuskan bagaimana Pemkab Jember melalui Bappeda mempunyai skema untuk memungut pajak BPHTB termasuk PBB agar betul-betul bisa memenuhi target,” jelasnya.
David mengakui bahwa capaian PAD tahun sebelumnya belum optimal, baru mencapai 96 persen dari target yang ditetapkan atau Rp774.206.588.409 dari target Rp928.680.252.910. Kondisi ini menjadi motivasi untuk lebih mengoptimalkan berbagai sumber pajak daerah, terutama PBB dan BPHTB yang menjadi kontributor terbesar PAD Kabupaten Jember.
“Target pajak pendapatan daerah kemarin memang belum terpenuhi, baru terpenuhi sekitar 90 sekian persen. Target kita di tahun ini total PAD-nya 1 triliun lebih, yang harus menjadi bagian target yang sama-sama disinergikan terutama melalui PBB dan BPHTB,” katanya.
Sebagai wakil legislatif, Komisi C DPRD Jember berkomitmen penuh mendukung upaya optimalisasi pajak daerah. David menekankan bahwa komisinya akan terus mendorong agar pajak-pajak daerah betul-betul dapat memenuhi atau setidaknya mendekati target yang telah ditetapkan.
“Ini juga menjadi bagian yang didorong oleh Komisi C agar pajak-pajak daerah betul-betul bisa memenuhi target atau setidaknya mendekati target yang sudah ditetapkan di tahun ini, yaitu 1 triliun lebih,” tegasnya.
Untuk mengatasi persoalan tunggakan pajak yang mencapai ratusan miliar rupiah, David mengungkapkan bahwa pihaknya akan berkonsolidasi dengan Pemkab Jember. Strategi penagihan akan melibatkan koordinasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) atas arahan Bupati Jember.
“Kami nanti akan berkonsolidasi dengan Pemkab Jember. Kita tidak akan menafikan kerja-kerja yang sudah dilakukan oleh perangkat desa. Kita juga minta petunjuk dari APH karena kemarin kita sudah sinergikan kepentingan untuk penagihan pajak dengan APH atas petunjuk dan arahan Bupati Jember,” pungkasnya.
Program “Jember Mandiri Lewat Pajak” diharapkan dapat menjadi solusi komprehensif dalam meningkatkan kemandirian daerah melalui optimalisasi sumber-sumber pajak yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








