JEMBER, Tugujatim.id – Wakil Menteri UMKM RI Helvi Yuni Moraza memberikan persetujuan terhadap gagasan pendirian pusat kewirausahaan (Entrepreneur Hub). Rencananya, gagasan entrepreneur hub di Jember ini untuk mendongkrak perekonomian warga.
Langkah ini dinilai sebagai strategi tepat untuk mengangkat perekonomian keluarga dan mengatasi masalah kemiskinan akut yang turut memicu terjadinya tindak kekerasan di kawasan tersebut.
Saat berkunjung ke Jember bersama Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Helvi mengakui besarnya peluang yang tersimpan di Jember, mulai dari kekayaan alam hingga kesungguhan pemimpin daerah dalam pembangunan.
Baca Juga: 2 Wakil Menteri Hadiri Festival Egrang di Jember, Janji Bawa Program Nasional
“Telah terjadi pembahasan langsung dengan bupati, wilayah Jember ini memiliki keunggulan di bidang agrikultur, termasuk prospek industri kerajinan berbahan bambu. Yang tidak kalah penting adalah tekad kuat pemerintah daerah untuk menggerakkan pemberdayaan ekonomi rakyat,” ungkap Helvi pada Sabtu (26/07/2025).
Menurut dia, permasalahan stabilitas finansial keluarga memiliki keterkaitan erat dengan dinamika sosial masyarakat. Dengan mengacu pada data, menurut dia, Kabupaten Jember menempati posisi kedua di Jawa Timur tingkat kemiskinannya.
“Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa berbagai bentuk kekerasan, baik domestik maupun sosial, seringkali bersumber dari rapuhnya fondasi ekonomi keluarga. Karena itu, sinergi antar sektor dalam penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah menjadi salah satu jalan keluar,” tegas Helvi.
Meskipun keterlibatan pelaku UMKM dalam berbagai kegiatan seperti Festival Egrang Tanoker memiliki nilai positif, Wamen Helvi menekankan bahwa usaha kecil menengah tidak boleh bersifat sesaat atau insidental saja.
“Usaha mikro kecil menengah harus berkelanjutan dan mengalami peningkatan position. Tidak sebatas tampil dalam acara jubilee. Mereka perlu difasilitasi untuk berkembang, bertahan lama, bahkan melakukan perluasan usaha,” jelasnya.
Setidaknya, di kesempatan itu, pihaknya berkomitmen dan mendorong penguatan UMKM di Kabupaten Jember yang diintegrasikan secara digital, kemudahan akses pasar, pembiayaan, sertifikasi, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi.
Program nyata yang sedang disiapkan adalah pembentukan Entrepreneur Hub di Jember sebagai wadah kolaboratif berbagai stakeholder dalam mendampingi pengusaha kecil. Fasilitas ini akan mengintegrasikan komponen vital seperti akademisi, pemerintah lokal, sektor perbankan, lembaga keuangan, dan urusan perizinan.
“Institusi pendidikan tinggi memiliki kontribusi signifikan dalam penelitian, pengembangan teknologi, serta analisis dampak sosial dan lingkungan. Terlebih Universitas Jember merupakan kampus terkemuka,” papar Helvi.
Wamen Apresiasi Jember Jalin Komunikasi Majukan Daerah
Lebih jauh, dia menekankan urgensi pelestarian aset sumber daya setempat seperti bambu agar tidak dimanfaatkan tanpa perencanaan matang. Dia mengusulkan pengembangan industri bambu disertai kajian dampak lingkungan yang komprehensif.
Helvi memberikan apresiasi terhadap keseriusan Pemerintah Kabupaten Jember yang aktif menjalin komunikasi lintas kementerian demi kemajuan wilayahnya.
“Bupati ini sering melakukan perjalanan ke ibu kota, mengunjungi berbagai kementerian untuk memohon dukungan bagi rakyat Jember. Hal tersebut mencerminkan komitmen dan semangat yang tinggi,” katanya.
Harapannya, seluruh komponen masyarakat Jember dapat bersatu dalam mendorong penguatan ekonomi yang berpusat pada keluarga.
“Tidak perlu menunda lebih lama lagi. Mari kita mulai dari sekarang agar warga Jember dapat memperoleh hak-haknya dari negara,” tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








