BLITAR, Tugujatim.id – Penyelidikan kasus ledakan balon udara di Desa Tambakan, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar kini menemui tantangan teknis. Pihak kepolisian tengah berupaya keras membongkar jejak digital pemesanan bahan peledak, meski terkendala kerusakan perangkat elektronik di lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Blitar, AKP Margono Suhendra mengungkapkan bahwa salah satu kunci utama penyelidikan, yakni telepon seluler (HP) milik korban, dalam kondisi mati total akibat dampak ledakan hebat tersebut. Padahal, HP tersebut diduga kuat menyimpan data transaksi pemesanan bahan petasan yang dilakukan secara mandiri melalui platform media sosial TikTok.
“HP yang digunakan untuk pesan petasan mati karena dampak dari ledakan. Saat ini kami koordinasi dengan Labfor Polda Jatim, siapa tahu bisa buka kembali data tersebut,” ujar AKP Margono Suhendra kepada Tugu Jatim, Rabu (03/06/2026).
Uji Labfor Polda Jatim untuk Pulihkan Data
Untuk mengatasi hambatan tersebut, Polres Blitar telah berkoordinasi dengan Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jatim guna memulihkan data dari perangkat yang rusak.
Polisi berharap hasil uji labfor ini dapat membuka tabir mengenai riwayat komunikasi dan transaksi pembelian bahan peledak secara daring sehingga diketahui secara pasti kronologi pemesanannya.
Hingga saat ini, polisi telah memeriksa empat orang saksi yang terdiri dari pihak keluarga dan dua orang anak yang berada di lokasi saat kejadian berlangsung. Namun, pemeriksaan secara administratif melalui Berita Acara Pemeriksaan (BAP) belum dapat dilakukan sepenuhnya karena para korban yang terlibat masih dalam perawatan medis intensif.
“Kami sudah minta keterangan awal, tapi secara administrasi yang sah, kami perlu untuk berita acara,” ungkapnya.
Pendampingan Unit PPA bagi Korban Anak
Mengingat para pihak yang terlibat masih berstatus di bawah umur, polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan dengan pendampingan ketat dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Fokus utama saat ini adalah memastikan kondisi kesehatan para korban stabil sebelum dimintai keterangan resmi untuk keperluan penyidikan.
“Anak masih dalam perawatan medis, kita koordinasi dengan Unit PPA untuk fokus dulu ke kesehatannya. Kalau sudah layak secara resmi, baru kita mintai keterangan untuk berita acara yang sah,” tegasnya.
Sebagai informasi, insiden maut ini berawal saat sebuah balon udara bermuatan petasan meledak di area persawahan Desa Tambakan, Gandusari, Blitar, bertepatan dengan momen salat Idul Adha sekitar pukul 06.30 WIB.
Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan satu orang pemuda berinisial I (23) meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis, sementara dua anak lainnya mengalami luka serius dan harus dilarikan ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer : Moch. Luki Azhari
Editor: Mochamad Abdurrochim








