JEMBER, Tugujatim.id – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Jember mengutarakan ketidakpuasan terhadap penanganan masalah krisis BBM oleh PT Pertamina di wilayah Jember.
Perwakilan dunia usaha Jember menyoroti kegagalan perusahaan milik negara tersebut dalam memprediksi terjadinya disrupsi supply chain yang dipicu oleh penutupan rute transportasi Gumitir.
Pejabat Kadin Jember yang membidangi UMKM, Koperasi dan Ekonomi Kreatif, Rendra Wirawan, memaparkan bahwa mekanisme penyaluran BBM mengalami kerusakan sistemik yang parah.
Baca Juga: BBM Langka, Bupati Jember: Pertamina Harus Antisipasi Dampak ke LPG
Kondisi ini ditandai dengan kosongnya tangki-tangki penyimpanan di berbagai stasiun pengisian, terbentuknya barisan kendaraan yang memanjang, serta minimnya informasi yang disampaikan manajemen Pertamina.
Wirawan menekankan bahwa perusahaan energi nasional tersebut menunjukkan keterlambatan dalam menerapkan standar kerja yang memadai saat menghadapi kondisi darurat ini.
Pengusaha Rugi hingga Rp7 Miliar
Situasi kekurangan pasokan ini telah menimbulkan efek domino yang merugikan aktivitas komersial. Data yang dikumpulkan Wirawan menunjukkan bahwa para entrepreneur menghadapi kerugian finansial akibat terhambatnya proses distribusi produk dan jasa mereka.
Estimasi nilai kerugian harian yang dialami komunitas bisnis Jember dapat menyentuh angka Rp7 miliar.
“Dalam konteks aktivitas perekonomian, saya sangat yakin bahwa dalam rentang waktu dua hingga tiga hari terakhir ini telah memengaruhi dinamika inflasi regional di Jember,” jelas Wirawan pada Senin (28/07/2025).
Baca Juga: Krisis BBM di Jember, Warga Rela Antre Berjam-jam dan Beli Eceran hingga Rp25 Ribu Per Liter
Wirawan juga menyampaikan, organisasinya menuntut keterbukaan dari Pertamina mengenai informasi stok dan kebutuhan BBM di daerah tersebut.
“Kami mengultimatum dalam waktu 24 jam supaya Pertamina segera mengambil langkah responsif. Apabila sebelumnya alokasi mencapai 7.000 liter harian, mengingat situasi saat ini seharusnya volume tersebut ditingkatkan,” tambah Wirawan.
Hingga berita ini diterbitkan, masalah krisis BBM masih berlangsung di berbagai outlet Pertamina di Jember. Fenomena antrean berkepanjangan masih dapat disaksikan di banyak lokasi, sedangkan solusi jangka panjang dari pihak Pertamina belum tampak.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








