JEMBER, Tugujatim.id – Proyek strategis berupa pembangunan jalan bebas hambatan atau jalan tol di Kabupaten Jember membuahkan titik terang. Bupati Jember Muhammad Fawait mengaku, upayanya melakukan lobi ke pemerintah pusat, membuahkan lampu hijau.
Setelah bolak-balik ke Jakarta beberapa waktu lalu, bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu mengatakan bahwa rencana pembangunan jalan tol tersebut akan melintasi wilayah Kabupaten Jember, Bondowoso, hingga Situbondo.
“Ini sebenarnya tidak ingin saya sampaikan disini, tapi sedikit bocoran, kami telah berhasil menyakinkan pemerintah pusat dalam upaya menyusun perencanaan pembangunan jalan tol agar melintasi Kabupaten Jember,” ujar Gus Fawait beberapa waktu lalu.
Baca Juga: Sederet Proyek Ambisius Pemkab Jember Ditargetkan Rampung Selama Lima Tahun
Menurut dia, tahap persiapan dan perencanaan telah bergulir dan digodok pemerintah pusat. Selain itu, sejumlah proyek strategis terus diupayakan, seperti mengaktifkan kembali Bandara Notohadinegoro yang diperkirakan selesai pada 2025.
Tidak hanya infrastruktur penyambung mobilitas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember memiliki target membangun rumah sakit dan revitalisasi Pasar Tanjung.
“Kami mohon doa kepada semua masyarakat Kabupaten Jember agar semua ini dapat terealisasi dalam lima tahun mendatang,” imbuhnya.
Jember Percepat Pembangunan lewat APBN
Menurut Gus Fawait, percepatan pembangunan tersebut tidak dapat bergantung sepenuhnya pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) semata. Karena itu, dia intensif melakukan lobi ke pemerintah pusat untuk mengamankan alokasi dana dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).
“Bila hanya mengandalkan APBD, perkembangan kami akan stagnan. Saatnya kami proaktif mendatangi pusat,” terang Gus Fawait.
Jalur transportasi yang memadai, menurut Bupati Fawait, dapat memperkokoh posisi Jember sebagai sentral perekonomian di kawasan Pulau Jawa bagian timur. Selain memfasilitasi pergerakan logistik yang lebih efisien, jalan tol ini juga diproyeksikan dapat mengoptimalkan sistem distribusi komoditas dan layanan ke berbagai destinasi.
“Oleh karena itu, mungkin hingga Agustus ini kami akan melakukan perjalanan kembali ke Jakarta, karena pembahasan akhir terkait APBN dilakukan di bulan itu,” pungkas Gus Fawait.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








