TUBAN, Tugujatim.id – Kamit (65), nelayan hilang di Tuban ditemukan tak bernyawa di Bengawan Solo setelah dua hari pencarian. Korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Sabtu (02/08/2025) sekitar pukul 13.56 WIB, hanya sekitar 5 Meter dari titik awal dilaporkan hilang.
Pencarian dilakukan secara intensif sejak pagi dengan melibatkan petugas gabungan yakni dari Basarnas, BPBD dan juga kepolisian serta TNI. Tim menggunakan lima perahu karet dan menyisir aliran sungai terpanjang di pulau Jawa ini.
“Korban ditemukan tak jauh dari lokasi awal dinyatakan hilang. Kondisinya sudah tidak bernyawa dan langsung dievakuasi untuk diserahkan kepada pihak keluarga,” jelas AKP Suganda, Minggu (03/08/2025).
Kamit bersama rekannya, Astro pergi ke sungai menggunakan perahu berukuran 8 meter × 80 cm memeriksa jaring ikan yang dipasang sebelumnya. Namun, saat memperbaiki jaring diduga tersangkut di dasar sungai, Kamit tidak juga kembali ke permukaan.
“Rekannya sempat panik dan meminta pertolongan warga sekitar. Laporan kemudian diteruskan ke kami untuk dilakukan pencarian bersama tim gabungan,” tambahnya.
BACA JUGA: Satu dari Dua Nelayan Hilang di Tuban Ditemukan Mengapung di Laut Utara Jawa
Lokasi kejadian berada di aliran Bengawan Solo yang termasuk wilayah hukum Polsek Baureno, Bojonegoro, namun korban tercatat sebagai warga Plumpang, Tuban.
Meski arus sungai sedang tenang dan air surut karena musim kemarau, kondisi dasar sungai yang berpasir serta jarak pandang yang terbatas di bawah air diduga menjadi kendala hingga korban kesulitan saat menyelam.
“Proses pencarian cukup menantang meskipun arus tenang. Tim dikerahkan dengan menggunakan lima perahu karet untuk menyisir sungai dan memantau setiap titik yang dicurigai,” ungkap Suganda.
BACA JUGA: Evakuasi Perahu Nelayan Karam di Pesisir Tuban Terkendala Pasir
Jenazah Kamit kemudian dibawa ke rumah duka Dusun Mlaten, Dukuh Ngablak, Desa Kebomlati, Kecamatan Plumpang. Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat yang beraktivitas di sungai besar seperti Bengawan Solo agar lebih berhati-hati.
“Kami imbau warga untuk selalu mengutamakan keselamatan, menggunakan alat pelampung, dan tidak menyelam sendirian, meskipun air tampak tenang,” pungkas AKP Suganda.
Operasi pencarian nelayan resmi dihentikan menyusul ditemukannya jenzah korban.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








