• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Para seniman menggelar aksi karena lama dilarang pentas karena pandemi Covid-19 di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Para seniman menggelar aksi karena lama dilarang pentas karena pandemi Covid-19 di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Curhatan Seniman di Tuban, Jual Perhiasan hingga Gadaikan Sertifikat untuk Hidup selama Pandemi

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id –  Suasana Pemkab Tuban tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (19/08/2021). Sebab, ada deretan mobil dengan sound system, rombongan Waronggono berkumpul, dan seniman lainnya membawa spanduk berhenti di depan gerbang kantor Pemkab Tuban. Mereka datang ke sana untuk curhat terkait keluh kesahnya selama pandemi Covid-19.

Hal yang menarik saat itu pada salah satu sudut, meski suhu hari itu terasa cukup panas, seniman Waranggono (sinden nyadran atau tayub) berdandan layaknya melakukan pementasan.

You might also like

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

17/06/2026 3:34 PM
Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

17/06/2026 7:00 AM

Para Waranggono membentangkan kain putih sepanjang dua meter bertuliskan” Bapak, kata-kata ramasalah, PPKM sampai 2024, gak masalah, tapi izinkan kami para pekerja seni untuk beraktivitas, ojo nganti ambyar anak bojoku”. Nampak sekali dari guratan wajah mereka yang ber-makeup itu lelah dengan kondisi yang mereka hadapi saat ini.

Sejumlah Waranggono yang ikut melakukan aksi demo menuntut pelonggaran para seniman untuk bisa menggelar pementasan, di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Sejumlah Waranggono yang ikut melakukan aksi demo menuntut pelonggaran para seniman untuk bisa menggelar pementasan, di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Bagaimana tidak, hampir dua tahun sudah para seniman di Bumi Wali ini terpaksa berhenti nyeni akibat pandemi Covid-19. Mereka pun terpaksa hanya meratapi nasib karena tidak bisa bekerja.

Salah satunya seniman Waronggo bernama Sriyatmi, 40, warga asal Desa Ngampelrejo, Kecamatan Bancar, yang menceritakan kisahnya selama pandemi hingga adanya pembatasan pementasan, dia praktis hanya bisa berdiam di rumah. Dia beraktivitas sehari-hari dengan menjadi ibu rumah tangga.

“Kalau dulu saya sekali pentas, rata-rata mendapatkan Rp 2,5 juta,” kata Sriyatmi dengan nada pasrah.

Karena tidak ada pemasukan atau pendapatan selama masa pandemi, untuk memenuhi kebutuhan keluarganya selama ini, hanya mengandalkan dari penjualan perhiasan yang dia miliki. Bahkan, dia harus meminjam uang kesana kemari.

Suyono, seniman lawak, saat curhat selama dua tahun tidak bisa pentas karena pandemi Covid-19 di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)
Suyono, seniman lawak, saat curhat selama dua tahun tidak bisa pentas karena pandemi Covid-19 di depan kantor Pemkab Tuban, Kamis (19/08/2021). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Tak hanya Sriyatmi, teman satu profesi dengannya, Mursiati, 35, warga asal Desa Trantang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, juga mengungkapkan hal yang sama. Dia tak bisa berbuat apa-apa. Sebab, selama ini untuk memenuhi kebutuhan kelima anggota keluarganya yang serumah dengannya, hanya mengandalkan penghasilan dari bekerja menjadi seniman.

“Gelang, kalung, dan BPKB digadaikan, juga sertifikat. Karena memang tidak ada pemasukan selama dua tahun,” ujarnya.

Aksi yang mereka lakukan itu adalah bentuk kesabaran yang telah mencapai batas dan penantian akan turun tangannya pemerintah kepada nasib para seniman di Tuban tak kunjung datang.

Tags: Berita seniman demopandemi COVID-19Pemkab TubansenimanTuban hari ini
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Surabaya

Malam Pengesahan Warga Pesilat, Aksi Tawuran Terjadi di Surabaya

by Mochamad Abdurrochim
17/06/2026 3:34 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Warga Jalan Kalijudan gang 10, 12 dan 14, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Rabu (17/06/2026) sekitar pukul 00.30 WIB...

Jawa Timur.

Cuaca Cerah Dominasi Jawa Timur 17 Juni 2026, Aktivitas Luar Ruang Naik Signifikan

by Dwi Linda
17/06/2026 7:00 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Rabu (17/06/2026) didominasi kondisi cerah di sebagian besar wilayah, terutama kawasan perkotaan dan...

IKA PMII Kota Malang.

Jelang Muscab III, IKA PMII Kota Malang Rumuskan Arah Gerak Organisasi Kuatkan Fondasi

by Dwi Linda
16/06/2026 9:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kota Malang (IKA PMII Kota Malang) menggelar Kick Off Musyawarah Cabang (Muscab)...

Pendaki ilegal Gunung Semeru.

13 Pendaki Ilegal Gunung Semeru Ditangkap, Empat Orang Masih Dicari Sempat Kabur ke Kebun Warga

by Dwi Linda
16/06/2026 8:24 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) mengamankan 13 orang yang diduga melakukan pendakian ilegal...

Next Post
Salah satu korban fetish atau kejahatan seksual berkedok OL Shop Mukenah di Kota Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Viral, Kasus Fetish Mukena Berkedok OL Shop di Malang Terkuak

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID