MOJOKERTO, Tugujatim.id – Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) membayangi wilayah Kabupaten Mojokerto selama musim kemarau. Empat titik menjadi langganan dan rawan Karhutla di Mojokerto saat musim kemarau.
Catatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, empat wilayah yang dimaksud meliputi area hutan di Gunung Penanggungan, area hutan di Gunung Arjuno atau Welirang, kawasan hutan di Pegunungan Anjasmoro, serta area hutan kayu di Dawarblandong. Sebagai bentuk antisipasi, pemantauan terhadap titik-titik tersebut kian ditingkatkan, terutama soal potensi kemunculan titik api di kawasan-kawasan tersebut.
“Bisa dibilang langganan dari tahun ke tahun soal karhutla di kawasan-kawasan itu,” terang Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto Abdul Khakim.
Berkaca dari peristiwa kebakaran yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, sedikitnya puluhan hektare lahan dari 4 kawasan tadi dilahap kobaran api. Dengan demikian, perhatian dari berbagai stakeholder begitu dibutuhkan guna mencegah serta mengawasi potensi munculnya titik-titik api saat musim kemarau tahun ini.
BACA JUGA: Saat Mobil Damkar Mojokerto Harus Lewati Gapura HUT RI Warga Demi Padamkan Kobaran Api
Terlebih, kerapkali bencana karhutla terjadi sebab kelalaian manusia. Selain itu, pemerintah daerah setempat turut menelurkan surat keputusan tentang status tanggap darurat bencana kekeringan dan karhutla. Status ini berlaku hingga 30 November 2025 mendatang.
“Status tersebut berlaku selama 150 hari terhitung sejak ditetapkan bulan lalu,” tandas Khakim.
Berlakunya status ini, masih kata Khakim, untuk memastikan berbagai tindakan responsif terhadap potensi-potensi bencana karhutla segera diambil. Selain sebagai bentuk mengurangi akibat atau dampak bencana hingga tindakan evakuasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








