• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Salah satu korban fetish di Kota Malang. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Kronologi Terungkapnya Kedok Pengidap Fetish Mukena di Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Setelah muncul Gilang, pengidap fetish kain jarik asal Surabaya, kini ada lagi pengidap serupa di Kota Malang yang bikin heboh. Bedanya, objek fetish dalam kasus ini adalah mukena. Diduga pelakunya adalah Dimas Alvian, mahasiswa di Malang yang nyambi sebagai fotografer.

Total ada sekitar 10 korban yang termanipulasi oleh tipu daya lelaki ini dengan modus endorsement foto katalog online shop (OL Shop). Belakangan, hasil foto-foto mereka ini malah nampang di akun OA berkonten fetish @pecinta_mukena yang cenderung mesum.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM
Terduga pelaku fetish di Kota Malang yang muncul lewat video permintaan maaf. (Foto: Dokumen/Tugu Jatim)
Terduga pelaku fetish di Kota Malang yang muncul lewat video permintaan maaf. (Foto: Dokumen)

Mencuatnya kasus ini bermula dari sebuah utas di Twitter oleh @jeehantz yang mengungkap tabir terselubung modus yang dilancarkan pelaku. Apa yang terjadi seperti diceritakan di utas itu juga dialami korban lain, yakni AZ, 22, ikut buka suara.

Berikut Kronologinya:

1. Menyaru Admin Online Shop Tawari Perempuan Berhijab Jadi Model Katalog

Kepada wartawan, AZ menceritakan, sekitar Maret 2020, akun online shop bernama Riya terus mengomentari instastory pribadinya. Dia memuji-muji sampai menawarinya jadi model foto katalog online shop.

Singkat cerita, AZ pun sepakat dengan rate card yang diberikan dan menjalani sesi pemotretan sesuai jadwal. Hanya saja, waktu hari H, si perempuan pemilik akun bernama Riya ini tidak datang.

”Yang datang hanya fotografer ini (Dimas, red). Saya tanya, katanya Riya gak bisa datang karena hamil dan ikut dinas suami ke luar kota. Ya udah gak ada yang aneh pas itu karena ya suasana yang dibangun terkesan profesional,” tuturnya.

Selang tahun berlalu, AZ kembali ditawari jadi model untuk sesi katalog pada 2021. Namun, dia menolak karena rate card yang diberikan terlalu murah. Waktu kali pertama jadi model juga sudah merasa aneh karena properti mukena kondisinya lusuh dan tak rapi.

Pemilik akun tetap ngeyel dan menawari project lain dengan menjadi MUA-nya. AZ pun sepakat, bahkan telah mendandani 4-5 model perempuan untuk katalog online shop yang sama. AZ mengakui selama keterlibatan menjadi MUA, dia tidak pernah menjumpai perempuan bernama Riya, bahkan hingga Juni 2021.

Hingga pada Agustus 2021, kejanggalan fotografer ini mulai terungkap. Salah seorang model mendapati foto-foto memakai mukenanya itu di akun twitter @pecinta_mukena.

Tak hanya foto, dalam postingan akun fetish ini juga disertakan caption nama lengkap model hingga akun Twitter-nya. Tak hanya satu model saja, tapi juga ada model-model lainnya yang diunggah.

”Selain itu, kualitas fotonya HD, gak mungkin kualitas HD kalau screenshot di Instagram,” imbuhnya.

2. Belang Pelaku Ketahuan lewat Get Contact

Sejumlah model yang menerima job ini kelabakan. Mereka pun berlomba-lomba meminta tanggung jawab pemilik akun bernama Riya itu. Namun, jawaban yang didapat tidak memuaskan.

Hingga kemudian mereka mendapati belang pelaku ini dari aplikasi Get Contact. Di nomor yang sama, diketahui hanya ada 2 nama yang tersimpan dengan 2 nama yakni Riya dan lelaki ini. Riya dan Dimas adalah orang yang sama.

”Saya juga dikabari model lain kalau selama ini Mbak Riya ini ya Mas D ini. Kami cek di Get Contact nomor Mbak Riya ini ternyata banyak yang namain D ini,” ungkap AZ.

3. Terduga Pelaku Fetish Mukena di Malang Muncul dengan Video Permintaan Maaf

Tak lama kasus ini viral, beredar video permintaan maaf oleh seorang lelaki berkacamata berinisial D ini mengunggah video klarifikasi disertai permintaan maaf. Sejumlah korban pun mengonfirmasi bahwa lelaki dalam video ini adalah pelakunya.

Dalam video yang diunggah terduga pelaku, dia mengakui perbuatannya dan memohon maaf. Lelaki berkacamata dengan logat cadel ini juga berjanji akan segera menghapus semua foto korbannya, termasuk di file pribadinya.

“Saya mau mengklarifikasi bahwa foto tersebut adalah untuk konsumsi saya pribadi, tidak untuk dijual di mana pun. Hanya konsumsi saya pribadi. Kurang lebihnya, saya mohon maaf dan terima kasih,” ucap D dalam videonya.

Permintaan maaf ini disertai dengan janjinya untuk menghapus semua file foto para korban yang dia foto, baik di sejumlah akun media sosial maupun laptop pribadinya.

“Saya meminta maaf sebesar-besarnya atas peristiwa yang terjadi. Saya mengakui saya bersalah telah menempatkan dan tidak meminta izin kepada model yang bersangkutan. Saya bertanggung jawab dan akan menghapus semua foto yang ada di laptop saya,” katanya.

4. Korban Fetish Mukena Mulai Model, Mahasiswi, hingga Ibu Rumah Tangga

Usai belang pelaku ini mencuat, sejumlah korban pun memberanikan diri untuk speak up. Total ada 10 korban yang mulai berkumpul dan melaporkan dugaan kasus penipuan dan pelecehan seksual ini pada polisi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, latar belakang korban ini juga beragam, ada yang model profesional, mahasiswi, bahkan ibu rumah tangga. Dalam sesi fotografinya, pelaku juga mengaku lulusan Psikologi di kampus swasta di Kota Malang.

“Kebanyakan korbannya warga Malang, tapi ada juga yang dari luar kota. Rata-rata mahasiswa dan ada yang ibu rumah tangga,” beber AZ.

Saat ini, para korban sudah didampingi salah satu lembaga perempuan. Kasus ini akan dipolisikan lantaran tidak terima karena perjanjian kerja sama yang disepakati berujung disalahgunakan.

“Saat ini sudah ada 10 model yang jadi korban. Kami sudah buat grup WhatsApp dan berencana melaporkan ke polisi,” ujarnya.

5. Polisi Jalin Kerja Sama dengan Tim Cyber Polda Jatim

Atas kasus yang kepalang viral ini, Kasatreskrim Polresta Malang Kota Kompol Tinton Yudho Riambodo mengaku siap bergerak cepat untuk mengatasi jika memang korban dan barang bukti yang ada terkumpul.

Sejauh ini, Tinton juga telah berkoordinasi dengan Divisi Cyber Polda Jawa Timur karena kasus ini berkaitan dengan media sosial.

“Untuk melakukan pelacakan, kami berkoordinasi dengan Tim Cyber Polda Jatim. Karena perlu ada bukti dan ini kan dari media sosial. Karena viral, saat ini kami berkoordinasi dengan unit cyber,” ujarnya.

Namun, dia masih belum bisa memastikan apakah pelaku melanggar tindak pidana asusila atau ITE. Pihaknya masih akan mengumpulkan data dan bukti terkait kasus ini, baru nanti bisa ditentukan.

“Kami pelajari dulu. Kami saat ini masih menerima beberapa screenshot saja, dan ini masih dalam pendalaman,” ujarnya.

Tags: Fetish MukenaKasus fetishKasus fetish di MalangKorban fetishKota MalangPelaku fetish
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Kepala Puslapdik Kemendikbud Ristek Abdul Kahar saat memaparkan materi dalam webinar Fellowship Jurnalisme Pendidikan 2021 Batch 2 pada Rabu (18/08/2021) secara virtual. (Foto: Rizal Adhi Pratama/Tugu Jatim)

Kepala Puslapdik Kemendikbud Ristek: Peluang Beasiswa Terbuka Lebar untuk Generasi Unggul

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID